BP Carikan Investor Garap Lahan 8.200 Hektare

0
166
KEPALA BP Batam, Edy Putra dan Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan, Jumat (22/2) di Batam. F-MARTUA/tanjungpinang pos
Pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam, mengungkapkan, saat ini ada sekitar 8.200 hektare lahan di Batam yang dikuasai investor dan belum dikelola.

BATAM – Tak ingin langsung mencabut alokasi lahan, BP Batam memilih untuk membantu. Termasuk membantu mencari investor untuk membangun lahan itu.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi, Jumat (22/2) mengungkapkan 8.200 hektare lahan mangkrak. Namun ditegaskan, mereka tidak berpikir soal lahan mangkrak. BP diakui lebih melihat dari segi investasi tidak jalan. Sehingga, mereka memilih untuk membantu setelah dilakukan evaluasi.

”Ada 8.200 hektare lahan yang belum difungsikan. Saya lihat dari investasi. Bukan dari segi tanah. Ada investasi yang tidak jalan. Ini sedang kita evaluasi,” katanya.

Dalam evaluasi itu, BP Batam memanggil penerima lahan, untuk membantu menyelesaikan investasi. ”Kalau perlu kami carikan investor. Jika butuh ubah peruntukan, kita ubah. Yang penting jangan mangkrak,” tegasnya.

Saat ini, BP Batam diakui Edy konsentrasi dalam menyelesaikan persoalan investasi yang dihadapi pengusaha. Sehingga optimis dalam menjalankan investasi ke depan. ”Sekarang kita konsentrasi evaluasi. Kita mengawal, dan juga lakukan mediasi. Sudah ada beberapa (pengusaha) kita yakinkan mereka untuk melanjutkan proyek,” imbuhnya.

Edy mengaku dari penyisiran aset BP Batam, lahan yang tidak dikelola alias mangkrak itu, semua hanya di Pulau Batam. Belum termasuk di Rempang dan Galang yang masuk wilayah Kota Batam. ”Banyak pemilik konsesi lahan di Batam, tidak merealisasikan pembangunan industrinya,” kata dia.

Tiga kali pergantian kepemimpinan di BP Batam, poin yang diselesaikan namun tidak kunjung selesai, terkait lahan. Ratusan pemilik lahan di Batam yang mangkrak juga sudah dipanggil dan dibuat perjanjian atau komitmen untuk membangun. Selain itu ada izin alokasi lahan dicabut, setelah penerima lahan menyerah.

Sementara pada akhir 2018, BP Batam juga sudah mengevaluasi lahan yang dimiliki 23 perusahaan yang belum digarap. Dijanjikan, rencana investasi akan direalisasikan dengan nilai total, sekitar Rp5,4 triliun. Investasi itu ada di berbagai bidang. Mulai bisnis, industri, pariwisata dan lainnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here