BP Ingatkan Investor Plastik Jaga Lingkungan

0
126
Calon investor Cina saat datang ke BP Batam untuk melakukan penjajakan investasi pada Senin (9/7). f-istimewa/humas bp batam

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam, mendapat kunjungan 26 calon investor Cina atau Tiongkok. Dimana, calon investor itu, dibawa assosiasi pengusaha yang bergerak dibidang scrap plastik. BP Batam mengingatkan, sebelum masuk, mencermati regulasi di Batam. Dimana, terkait industri bidang plastik harus memenuhi perijinan, sehingga bisa menjamin lingkungan.

Penegasan itu disampaikan Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam, Dendi Gustinandar, saat menerima rombongan yang dibawa Scrap Plastic Association (CSPA) itu. Pada pertemuan itu, 26 investor Tiongkok melakukan diskusi dengan BP, terkiat peluang berinvestasi di Batam. ”Kami menyambut baik inisiatif CSPA, untuk membawa pelaku industri ke Batam. Tapi ketentuan harus tetap dipatuhi,” tegasnya.

Diingatkan, pada pelaksanaan berusaha di Batam, maka peraturan yang berlaku, harus diperhatikan. Dimanan untuk investasi yang bergerak dibidang plastik, harus memenuhi sejumlah ketentuan. Seperti perizinan impor sesuai dengan peraturan Menteri Perdagangan Tahun 2016 dimana yang diperbolehkan untuk industri plastik adalah residu dan scrap.

”Selain itu, harus memperoleh angka pengenal impor dari BP Batam. Izin lingkungan dari Pemerintah Daerah dan Provinsi, dan beberapa perizinan yang harus diperoleh dari pemerintah pusat,” tegas Dendi.

Dendi Gustinandar pada kesempatan itu, mengungkapkan kemudahan perizinan investasi di Batam. Kemudahan diperoleh dari ijin investasi 3 jam (I23J). Selain itu, ada kemudahan investasi Langsung konstruksi (KILK) dan online single submission (OSS).

”KILK dan I23J sudah jalan. Nantinya akan lebih dipermudah melalui OSS yang di-launching nanti. Sehingga seluruh investor yang datang akan diberikan kemudahan untuk berinvestasi di Batam,” terangnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Ady Soegiharto, Direktur Akses Sumber Daya Industri Kementerian Perindustrian RI, Tony TH Sinambela, Ketua Umum Kadin Kepri, Ma’ruf Maulana, Perwakilan kawasan industri Batamindo Industrial Park, Tunas Industrial Park, Bintang Industrial Park, dan Latrade Industrial Park.

Sementara 26 calon investor itu dipimpin Assistant of Secretary General of China Scrap Plastic Association (CSPA), Ms. Jenny Ning. Terkait kehadiran calon investor bergerak dibidang plastik itu, Direktur Akses Sumber Daya Industri Kementerian Perindustrian RI, Tony TH Sinambela juga, menegaskan hal yang sama. ”Terutama sektor pengolahan limbah dan lingkungan hidup,” kata dia. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here