BP Promo Wisata ke Cina

0
37
Pantai Melur di Jembatan 5 Barelang salah satu objek wisata di Batam yang selalu ramai dikunjungi wisatawan saat libur. f-istimewa

BATAM – Di tengah upaya mendorong pertumbuhan investasi, Badan Pengusahana (BP) Batam, juga melakukan upaya peningkatan kunjungan wisatawan. Namun, untuk promosi pariwisata, saat ini yang dilakukan lebih banyak didalam negeri. Namun usai Idul Fitri, direncanakan promosi pariwisata, dilakukan ke mancanegara.

Anggota 5 Deputi Bidang Pelayanan Umum, Irjen Pol Bambang Purwanto, Selasa (24/4) mengakui kalau saat ini, mereka masih promosi pariwisata di dalam negeri. Namun kedepan, mereka sudah menyiapkan rencana promosi pariwisata, usai lebaran setelah sebelumya dilakukan promosi investasi di Cina.

”Insya Allah, habis lebaran (promosi parawisata). Rencana Jepang, Cina dan India,” kata Bambang.

Rencana promosi wisata itu sejalan dengan yang diharapkan pengusaha dan Pemprov Kepri. Dimana, sebelumnya, BP dan Kadin Batam, melakukan MoU terkait promosi perdagangan, investasi dan parawisata. Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk berharap, pihaknya terlibat dalam mendorong peningkatan parawisata.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, pihaknya menyiapkan pembentukan Batam Tourist Information Centre (BTIC) dan Badan Promosi Pariwisata (BPP). BPP sendiri diakui bertujuan sebagai wadah promosi dan informasi wisata Batam, yang diakui didukung Kementerian Parawisata.

Menurutnya, BTIC akan dibentuk bersama pelaku usaha. Nantinya di BTIC, semua informasi terkait pariwisata akan tersedia. Untuk sarananya, BP diakui sudah siap menyediakan. ”Seperti, apa aja di pulau Abang. Berapa ongkos, apa yang penting disana dan lain. Kami sudah koordinasi ke kementerian pariwisata. Mereka akan mendukung,” imbuhnya.

Rencana itu juga sejalan dengan diharapkan Pemprov Kepri. Pemprov Kepri mengajak semua pihak, termaksud Pemko, BP dan pengusaha untuk melakukan promosi wisata. Ditegaskan, destinasi pariwisata yang memadai, jika tidak diikuti promosi, hasilnya juga diyakini tidak maksimal.

”Perkembangan kunjungan wisatawan sulit tanpa ada promosi. Destinasi pariwisata hanya modal dasar. Nanti kita akan roadshow ke mancanegara,” kata Kadispar Kepri, Buralimar.

Posisi Dispar Kepri diakui, untuk membantu memfasilitasi. Misalnya memfasilitasi pelaku usaha mendapat akses melakukan promosi di negara-negara asing. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga dijanjikan akan membantu. Bahkan di antara daerah di Indonesia, Kepri diakui dijanjikan mendapat perlakuan istimewa.

”Kami akan bantu memfasilitasi. Menteri bilang, 200-300 miliar untuk dukungan agenda pariwisata. Paling banyak untuk Kepri. Katanya, untuk Kepri akan dibantu apapun, kalau diminta,” tegas Buralimar.

Sebagai modal untuk promosi pariwisata, Kepri sendiri sudah memiliki sejumlah agenda. Menurut Buralimar, program parawisata di Kepri ada 110 agenda pariwisata Kepri. Program pariwisata itu ada dari Kementerian Pariawisata, Pemprov Kepri, Pemko Batam, BP, Pemkab Bintan, Tanjung Pinang dan lainnya.

Kadis Pariwisata Batam, Pebrialin mengatakan, pihaknya akan melakukan di dalam negeri. Alasannya, promosi keluar negeri terbentur anggaran dana promosi yang terbatas. ”Tidak ada promosi ke luar karena keterbatasan dana,” jelasnya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here