BP Sebut Ekonomi Batam Segera Membaik

0
888
Gusmardi Bustami

BATAM – Pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebutkan, perekonomian di Batam akan segera membaik beberapa bulan ke depan. Hal itu terlihat dari banyaknya investor yang masuk dan berinvestasi. Untuk investor yang mengikuti program KLIK dan I23J saja ada sebanyak 11 perusahaan asing. Selain itu, ada 12 perusahaan yang berencana masuk Batam. Perusahaan-perusahaan itu berminat untuk mengikuti program I23J dan KLIK. perusahaan-perusahaan itu ada PT GMF Aero Asia, PT Feen Marine, KPJ Johor Specialist Hospital, KOH Brothers, 1-Net, PT Googwood Investama, Tsuneishi Shipbuilding, Fagioli Indonesia, Citra Fagioli, Ebiotech Advance indonesia, PT Restell Industry Indonesia dan satu lagi perusahaan asal Malaysia.

Menurut Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami, PT GMF Aero Asia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang engine maintenance. Perusahaan asal Singapura ini berniat investasi senilai 100 juta dolar Amerika Serikat (AS). Sementara PT Feen Marine akan investasi di bidang industri peralatan kapal. Perusahaan asal Norwegia ini nilai investasinya 4 juta dolar AS. ”Ada juga KPJ Johor Specialist Hospital merupakan perusahaan Malaysia yang bergerak dibidang medis,” sebutnya Jumat (11/8) di Batam.

Sementara KOH Brothers merupakan perusahaan Singapura, bergerak di bidang concrate blok, dengan nilai investasi 100 juta dolar US. Sementara1-Net merupakan perusahaan asal Singapura yang bergerak di bidang data center dengan rencana investasi 4 juta dolar AS. Sementara PT Googwood Investama merupakan perusahaan asal Singapura dengan yang akan investasi 4 juta dolar AS. Perusahaan asal Jepang Tsuneishi Shipbuilding akan berinvestasi 4 juta dolar AS di bidang shipyard. Sementara Fagioli Indonesia bergerak di bidang penyewaan alat kontruksi dengan operator. Perusahaan Singapura ini akan berinvestasi 4 juta dolar AS. Ada juga Citra Fagioli dari Singapura yang bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi dengan nilai investasi 4 juta dolar AS.

Sementara Ebiotech Advance indonesia, akan berinvestasi 10 juta dolar AS. Perusahaan asal Jepang ini bergerak di bidang rubican oil. Sementara perusahaan asal Malaysia, PT Restell Industry Indonesia, bergerak di bidang industri bahan baku pemberantasan hama, akan berinvestasi 4 juta dolar AS. ”Ada juga perusahaan asal Malaysia lainnya. Lupa namanya, tapi bergerak di bidang industri pengolahan timah putih. Mereka akan berinvestasi 8 juta dolar AS,” papar Gusmardi.

Disebutkan, dalam perjalanan hingga akhir tahun, peluang penambahan investor sangat dimungkinkan. Pihaknya terus melakukan upaya menggaet investor. Diakui Gusmardi, melihat geliat investasi sekarang, setelah penerapan I23J dan KLIK, perkembangan investasi terus naik. Mereka optimis menghadapi tantangan kedepan, dalam persaingan di ASEAN, karena insentif-insentif yang diberikan. ”Batam mengalami perbaikan. Dampak dalam pertumbuhan ekonomi akan kita rasakan beberapa bulan kedepan,” harapnya.

Hal itu diakui tidak lepas dari perusahaan-perusahaan baru masuk yang sudah dan akan segera beroperasi. Dimana sejak I23J, sudah ada 11 perusahaan yang masuk. Bahkan diantaranya sudah ada yang beroperasi, PT Blackmagic Design Manufactur, yang bergerak dibidang industri peralatan film and broadcast. ”Mereka beroperasi 12 April 2017. Perusahaan Austalia dengan nilai investasi 4juta dolar AS,” bebernya.

BP mencatat realisasi PMA semester pertama tahun 2017, 413,1 juta dolar AS dengan 23 proyek. Investasi itu yang menggunakan KLIK dan I23J dan yang tidak menggunakan fasilitas itu. Selain itu, ada 25 perusahaan sudah dikeluarkan izin prinsipnya pada 2015 dan 2016. Tahun 2017 ini, mereka sudah ambil izin usaha. Artinya sudah ada realisasi dengan total investasinya, USD 298 juta, dan menyerap 1.140 tenaga kerja,” paparnya.

Katanya, selain PT Blackmagic, ada PT Enerco RPO International (PMDN), dengan jumlah investasi USD 90 juta. Kedua, PT LNG Easy Batam dari Singapura, PT Esun International Utama Indonesia, PT Infocus Consumer International Indonesia, PT Indo Kreasi Grafika, PT Asus Technology, PT Shin Preform, PT mes Macginery, PT Mitech dan PT Maknum Teknologi. Total realisasi investasi USD 88 juta. Gusmardi mengungkapkan, optimisme pihaknya semakin tinggi, setelah pemerintah pusat sepakat memberlakukan free trade agreements (FTA) di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam. Dengan demikian, bahan dari negara-negara yang terikat dengan FTA, masuk Batam dan ketika sudah jadi barang jadi, ketika dijual di Indonesia, akan bebas pajak. Kesepakatan itu dituangkan dalam perubahan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Dimana, perubahan akan dilakukan pada PMK nomor 147 tahun 2012 dan pada PMK nomor 205 tahun 2015.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here