BP Siapkan Master Plan 2030

0
587
Lukita Dinarsyah Tuwo

BATAM – Pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini, memasuki 100 hari kerja. Sejumlah program sudah dijalankan. Termaksud master plan pembangunan yang sudah disiapkan. Namun diakui, poin lebih penting mereka rasakan, terkait dengan sambutan dan kehangatan masyarakat Batam. Sehingga memudahkan BP Batam menjalankan programnya.

”Kami merasakan, sambutan dan kehangan masyarakat Batam. Itu menjadi motivasi bagi kami dalam meningkatkan perekonomian Batam, sebagaimana visi dan misi yang diberikan untuk kami dalam mencapai ekonomi tujuh persen dalam dua tahun,” harap Kepala BP Batam, Lukita.

Diyakini, dengan kerjasama kedepan akan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi itu. Walau diakui, saat ini permasalahan di Batam sangat banyak. Diantaranya terkait lahan. ”Lahan harus diselesaikan setiap hari. Banyak masuk keluhan terkait Batam. Ini bukan masalah investasi saja, tapi juga terkait masalah sosial,” beber Lukita.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak mungkin selesai tanpa penyelesaian masalah sosial. Pihaknya diakui berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Batam. ”Tapi kami sadar, masalah belasan tahun tidak mungkin selesai dalam 100 hari. Tidak mungkin bisa kita selesakkan tanpa proses hukum. 100 hari ini menjadi landasan apa yang harus kami selesaiakan kedepannya,” imbuhnya.

Disebutkan, pihaknya membuat master plan untuk perkembagan sampai 2030. BP diakui sudah komunikasi dengan Wali Kota Batam dan Gubernur Kepri. Pembanguan Batam diakui tidak bisa dilepas dari pulau sekitanya. ”Jika Batam ingin maju, harus bersama-sama,” bebernya.

Di sampaikan, saat ini langkah yang sudah dijalankan dalam 100 hari kerja, terkait revisi Perka berkaitan dengan lahan. Selain itu juga terkait UWT. Ada juga masalah perijinan lahan dan pencabutan lahan. Ada juga percepatan pelayanan berusaha dan peluncuran MPP. Peningkatan komunikasi dengan pemangku kepentingan di Batam.

”Pengalihan aset tahap satu sudah selesai, peralihan aset tahap dua sedang di Kemenkeu dan tahap 3 sedang di DK. Untuk master plan, menunggu revisi RTRW dulu,” jelasnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here