BPBD Masih Miliki Stok Puluhan Ribu Masker

0
100
Petugas mencatat hingga berikan surat teguran kepada pengendara sepeda motor yang tidak pakai masker.

TANJUNGPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang masih memiliki stok masker sekitar 70.000 pis. Ini merupakan sisa masker hibah, yang diberikan oleh BPBD Provinsi Kepri ke BPBD Kota Tanjungpinang sekitar 130.000 pis.
Ada masker buat ukuran anak-anak hingga orang dewasa.

“Sekitar 50 ribu pis masker sudah kita bagikan secara gratis,” kata Dedy Syufri Yusja, Kepala BPBD Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Senin (12/11).

BPBD Kota Tanjungpinang membagikan masker secara gratis ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, organisasi berada di Kota Tanjungpinang, stakeholder terkait, seperti TNI-Polri serta masyarakat Kota Tanjungpinang.

Pembagian masker secara gratis, bertujuan untuk mencegah penyebaran virus korona sering disebut Covid-19 di Kota Tanjungpinang. Selain itu, kata Dedy, pihaknya selalu menyiapkan hingga menyediakan sekitar 2.000 masker setiap aksi razia masker gabungan antara Pemko Tanjungpinang dengan TNI-Polri.

Baca Juga :  Menteri Minta PNS Jangan Berpolitik

Baik itu razia masker berlangsung di jalan raya hingga tempat umum seperti kedai kopi, rumah makan hingga taman berada di Kota Tanjungpinang. Masker akan dibagikan secara gratis buat masyarakat Kota Tanjungpinang tidak mengenakan masker disaat berada di luar rumah.

“Terkadang, masyarakat kita datang minta masker. Kita kasih (masker, red) langsung,” sebut dia.

Kesadaran masyarakat terkait Protokol Kesehatan seperti menggunakan masker semakin berkurang. Maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinag terus menggalakkan razia masker guna menekan angka penularan virus covid-19.

Hal ini terbukti dati giatnya razia masker, dan protokol kesehatan kepada masyarakat maupun rumah makan oleh Satpol-PP dengan dibantu TNI-Polri setiap harinya.

Baca Juga :  Pengusaha Tewas Ditabrak Bus Karyawan Lagoi

Namun, seiringgnya waktu warga terjaring razia masker semakin berkurang.
Artinya kesadaran masyarakat Kota Tanjungpinang ,dalam penggunaan masker semakin meningkat.

“Saya lihat sudah semakin menurun, warga yang tidak pakai masker saat keluar rumah,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (9/10) pekan lalu.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan, razia yang digelar pada Kamis (8/10) pihaknya mendapatai sekitar 156 orang yang tidak memakai masker.
Namun, untuk razia hari diperkirakan mengalami penurunan angka.

“Untuk hari ini belum selesai karena kita masih ada satu titik lokasi setelah Jumat nantinya. Mudah-mudah warga tetap memakai masker saat keluar rumah,” pungkasnya.

Terkait sanksi yang diberikan bagi terjaring razia, Teguh mengatakan saat ini masih diberlakukan sanksi berupa teguran lisan dan tertulis.

Baca Juga :  Kartu Fuel Card BBM Resmi Dimanfaatkan

Namun, apabila warga yang sudah pernah terjaring razia kedapatan melanggar.
Maka, warga tersebut dikenakan sanksi berupa kerja sosial atau denda administratif sebesar Rp50 ribu sesjai Perwako Nomor 44 Tahun 2020.

“Belum ada yang kena 2 kali terjaring razia. Semoga setelah ini merwka tetap memggunakan masker saat keluar rumah. Kalau kedapatan lagi maka akan dikenakan denda sesuai perwako,” tutup Teguh.

Selanjutnya, Teguh mengatakan sesuai intruksi dari Gubernur Kepri.
Razia masker akan dilakukan setiap harinya, hingga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) selesai. (cr29/dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here