BPJS Bagikan 1.300 Paket Sembako

0
31
Wali Kota Batam HM Rudi saat menyerahkan sembako bantuan BPJS Kesehatan untuk warga, Selasa (5/12). FOTO HUMAS pemko batam

BATAM – Masyarakat Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota mendapat bantuan paket sembako murah dari BPJS Ketenagakerjaan. Pembagian dilakukan Wali Kota Batam, HM Rudi bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Batam, Surya Rizal, sebanyak 1.300 paket sembako yang dibagikan di Taras Batam Centre.

Menurut Surya Rizal, pembagian dilakukan, Selasa (4/12), sekaligus sebagai sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja non formal. ”Tiap paket berisi 5 Kg beras, 4 liter minyak goreng dan 2 Kg gula. Harga per paket Rp150 ribu, cukup masyarakat bayar dengan Rp75 ribu atau setengah harga,” kata Surya.

Seperti pedagang, nelayan, tukang ojek dan sebagainya. Harapannya para pekerja sektor non formal ini bisa mengikuti program pemerintah untuk perlindungan sosial. ”Dengan premi Rp16.800 per bulan, peserta meninggal, ahli waris dapat Rp24 juta, apapun sebabnya. Kecelakaan kerja no limit, tanpa batas biaya pengobatan medis,” sebutnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengucapkan terimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan karena sudah membantu Pemerintah Kota Batam terutama di bidang ekonomi. Karena kondisi ekonomi masyarakat Batam belum pulih benar. ”Ini senada dengan program Pemko Batam, sembako murah yang tahun depan tetap dianggarakan 128 ribu paket untuk 64 kelurahan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Rudi berpesan kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki dan mencintai Batam. Sehinggga Batam tetap aman dan kondusif. ”Kalau Batam aman dan kondusif, bapak ibu bisa bisa bekerja dan mencari rezeki demi masa depan anak dan cucu ke depan,” kata dia.

Sebelumnya, Pemko Batam yang masuk dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), juga melakukan pembagian sembako murah untuk warga miskin. Tiap paket sembako diberikan untuk warga dengan harga Rp50 ribu. Selain untuk warga miskin, program bantuan usaha kepada penyandang disabilitas juga diberikan. Setiap tahunnya ada 10 keluarga yang terpilih mendapatkan bantuan usaha masing-masing senilai Rp4,5 juta.

Kepala Dinsos Kota Batam, Hasyimah mengatakan, program ini sudah berjalan sejak lima tahun belakangan. Dengan bantuan ini diharapkan bisa menjadi pemantik agar orangtua yang memiliki anak dengan keistimewaan tersebut bisa survive. Menciptakan jalan hadirnya pemasukan bagi keluarga mereka.

”Kita perhatikan bagaimana ekonomi mereka, bagaimana mereka bisa maju dengan tetap merawat anak-anak yang berkebutuhan khusus,” kata Hasyimah.

Selain itu, Dinsos juga memberikan bantuan lain dalam bentuk sembako yang pembagiannya berdasarkan waktu-waktu tertentu. Dengan berbagai bantuan itu, Hasyimah berharap sekitar 900 orang disabilitas di Kota Batam bisa merasakan kemudahan tersebut.

Tidak hanya itu, pemerintah di tingkat pusat juga memberikan bantuan dalam bentuk bantuan tunai kepada anak penyandang disabilitas senilai Rp300 ribu untuk masing-masing anak. Untuk Batam sendiri, setiap tahunnya ada 21 anak yang mendapatkan bantuan ini.

Lebih jauh, Hasyimah mengatakan, Dinsos juga tidak hanya berkontribusi pada kebutuhan material disabilitas. Lebih dari itu, ada niat baik lain dalam bentuk menghadirkan keterampilan bagi para disabilitas. Dengan begitu akan bisa memberikan peluang lebih baik bagi disabilitas di masa mendatang.

”Banyak orang buta kita berangkatkan latihan memijat, kita kirim ke Bandung untuk pelatihan. Setelah itu, mereka kembali dan bisa bekerja sesuai dengan keahliannya,” kata Hasyimah lagi. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here