BPOM Ingatkan Ancaman Produk Ilegal

0
89
Petugas BPOM Kepri saat menyita barang-barang ilegal di Tanjungpinang, belum lama ini. f-raymon/tanjungpinang pos

Penjual Online Juga Ancaman Kesehatan

BATAM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri mengingatkan, ancaman atas obat, makanan dan kosmetik, yang dijual tanpa terdaftar di BPOM. Provinsi Kepri menjadi daerah yang rawan peredaran obat dan makanan ilegal, selain Kalimantan Barat. Produk yang masuk secara ilegal, dikhawatirkan akan meracuni masyarakat.

Ancaman atas kesehatan masyarakat Kepri itu diungkapkan Deputi Bidang Penindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), Hendri Siswadi, Kamis (11/10) di Batam. ”Barang ilegal biasanya tidak melalui prosedur yang baik. Higienitasnya dipertanyakan. Apabila dikonsumsi, akan meracuni. Kepri jadi salah satu lokasi masuknya barang ilegal selain kalimantan,” ungkap Hendri.

Menurutnya, banyak obat makanan dan kosmetik dijual tanpa terdaftar di badan POM. Itu bisa dibuktikan dari barang-barang tangkapan BPOM. ”Sulit bagi kita untik meminta pertanggungjawaban karena tidak diketahui siapa pengedarnya,” sambungnya.

Karena itu, Hendri mengingatkan agar Kepri, terutama Batam, perlu waspada produk yang akan masuk. Diminta agar ada aturan (Perda) memuat proses pemeriksaan dan pengawasan.

”Apabila ada masalah maka bisa dimintai pertanggungjawaban,” sambung dia.

Diakui, BPOM tidak melarang produk masuk. Bahkan pihaknya menerima pendaftaran semua produk di Batam. Kini BPOM juga sudah punya balai yang memudahkan segala perizinan. Sehingga pengusaha tidak perlu khawatir produk terkendala masuk, jika tidak menimbulkan permasalahan bagi kesehatan masyarakat.

”Kalau tidak ada pelayanan, langsung lapor ke pusat. Tugas mereka memberikan masukan dan arahan agar bisa mendaftarkan produk sesuai ketentuan,” tegas Hendri.

Saat ini diakui, selain apotik, penjual online juga kini menjadi tantangan tersendiri. Penjualan obat, makanan dan kosmetik secara online bisa mengancam kesehatan masyarakat. ”Penjualan secara online, banyak bahan berbahaya beredar tanpa bisa diawasi secara maksimal,” sebut dia.

Karena itu, diminta agar ada sinergitas untuk mencegah peredaran produk ilegal. Dan bersama dalam penegakan hukum kasus obat dan makanan ilegal. ”Ini berpengaruh pada ketahanan nasional, berdampak pada kualitas SDM kita. Di sini kita bahas bagaimana kasus itu bisa dikirangi,” imbuhnya.

Disebutkan Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan Prakasa, di Batam paling banyak pangan, baru kosmetik, produk yanh tidak ada ijin edar. Produk-produk yang datang lewat jalur online juga banyak. Tahun ini, sudah ada delapan perkara yang ditangani BPOM. Enam diantaranya terkait produk pangan. Sisanya kosmetik dan obat ilegal. ”Ada yang datang dari Jakarta, Surabaya, dan negara tetangga,” beber dia.

Disisi lain disebutkann masuknya barang ilegal ke Kepri, tidak lepas dari permintaan obat dan makanan cukup tinggi di Indonesia. Dibutuhkan kerjasama sejumlah instansi terkait dalam pemberantasan obat dan makanan serta kosmetik ilegal.

Terutama daerah yang jadi pintu masuk obat dan makanan ilegal.

”Sulit diberantas secara sendiri-sendiri. Ini bisa membuat generasi akan datang terkontaminasi produk diluar ketentuan Badan POM,” jelas Yosef.

Dalam menangkal peredaran obat dan makanan ilegal, BPOM bekerjasama dengan Kejaksaan dan Bea Cukai. Mereka memetakan kerawanan kasus dan melakukan identifikasi pelaku yang bermain.

”Kita cari pelaku utama, sudah beberapa yang dapat. Dari negara-negara di sekitar kita. Kalau jelang lebaran, mereka banyak memasok makanan,” ungkap dia.

Sementara Asri Agung dari Kajati Kepri, menilai perlu penanganan perkara secara berkualitas. Sehingga ada efek jera agar tidak ada lagi terjadi kasus yang sama. Kewenangan pencegahan dari Balai POM, harus lebih ditingkatkan.

”Sisi pencegahan harus ditingkatkan. Ada kenakan sanksi administrasi. Kalau tidak ada upaya lain baru tim penindakan turun tangan,” himbaunya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here