BPOM Periksa Pangan di Kota Lama

0
214
Petugas Loka POM Tanjungpinang berada di Pasar Kota Lama, Tanjungpinang, Selasa (27/5) pagi. F-Istimewa

TANJUNGPINANG – Memastikan pangan tidak mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin b dan methanil yellow, pelaksana teknis yang disebut Loka POM Tanjungpinang mengambil sampel di Pasar Kota Lama, Selasa (28/5) pagi.

Menggunakan mobil keliling, beberapa pangan sudah diambil. Diantaranya, ikan segar, ikan asin, daging ayam, kerupuk kering serta berbagai bumbu giling dapur. Seperti cabai giling, bawang merah, kunyit dan lain-lain.

Apoteker Loka POM Tanjungpinang, Juanda Oktora menuturkan, selama puasa melakukan intensifikasi, memastikan tidak ada pangan yang mengandung bahan berbahaya tersebut.

Dituturkannya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan selama ini, tidak menemukan empat jenis bahan berbahaya tersebut di pangan.

“Kemarin kami sudah ke Pasar Bincen, tidak menemukan bahan berbahaya di pangan. Mulai dari ikan, daging maupun bumbu dapur,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, disela-sela memeriksa sampel yang diambil.

Ia menuturkan, alat yang digunakan untuk memeriksa ke empat jenis bahan berbahaya itu, sederhana. Bahan masing-masing jenis sudah disediakan dan akan dicampurkan dengan setiap makanan.

Cara kerjanya, setiap sampel direndam dengan air. Setelah itu dimasukkan ke dalam wadah berbentuk tabung kecil. Setelah itu, diteteskan bahan yang akan memastikan apakah makanan itu mengandung zat berbahaya atau tidak.

“Hasilnya akan diketahui maksimal dua jam. Bila berubah warna patut dicurigai,” ujarnya didampingi rekannya, Deni Setiawati.

Ditambahkannya, selama bulan puasa pihaknya melakukan pemeriksaan keliling, khususnya di pedagang takjil berbuka puasa. Sedangkan di pasar dilaksanakan baru-baru ini.

“Hari ini terakhir kami keliling mengambil sampel,” ucapnya singkat.

Dituturkannya, bagi masyarakat yang mencurigai suatu pangan bisa diperiksa dengan cara sederhana. Bila kasus yang rumit akan dikirimkan ke Laboratorium BPOM Kepri di Batam dengan alat lebih canggih.

Menurutnya, bila masyarakat ingin memeriksa sampel makanan, boleh. Hanya saja sesuai ketentuan dikenakan biaya. Terkait rinciannya mengaku tidak begitu ingat.

“Kalau pemeriksaan di mobil keliling gratis, bila ke kantor itu bayar sesuai aturannya ada,” ucapnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here