BPOM Sita Obat Kuat Ilegal

0
1078
BPOM bersama dengan tim lainnya saat menunjukkan obat kuat ilegal yang disita, Kamis (22/3).F-raymon/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Batam menggerebek gudang obat kuat laki-laki di Jalan Merdeka Tanjungpinang, Kamis (23/3). Alhasil, tim gabungan dari Polda Kepri, Dinas Kesehatan, Satpol PP berhasil mengamakan 7 dus obat kuat ilegal. Obat-obat kuat ini dipasok dari Pulau Jawa.

Kepala Kantor BPOM Batam Josef Dwi Irwan mengatakan, razia obat kuat ilegal merupakan kegiatan untuk penindakan terkait dengan pemberantasan obat dan makanan ilegal di Tanjungpinang. Razia ini salah satu contoh untuk memastikan bahwa masyarakat Kepri aman, nyaman dan terhindar dari makanan dan obat-obatan ilegal.

Baca Juga :  Ada Globe dan Hiasan Piring Raksasa di Dompak

”Kita bersinergi bersama dalam razia obat-obatan ilegal di Tanjungpinang,” katanya. Josef menyebutkan, razia gabungan ini berhasil mengamankan berbagai macam jamu-jamuan, saleb, dan berbagai jenis obat kuat stamina pria yang tidak memiliki izin edar dari BPOM.

”Tadi kita pada saat ke gudang ini mengamankan 7 kardus besar berbagai item merk obat dan jamu kuat stamina pria seperti merk tanduk rusa,” sebutnya.

Menurutnya, produk-produk ilegal ini yang ditemui memang dilarang karena berbahaya yang tidak memiliki izin edar dan mutu manfaatnya. Lanjutnya, untuk jumlah pastinya berapa item yang diamankan pihaknya belum menghitungnya secara keseluruhan. ”Jumlah totalnya berapa item yang kita amankan masih belum kita hitung,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengadilan Terapkan PTSP

Josef menjelaskan, razia di Kota Tanjungpinang ini akan dilakukan selama satu hari ini namun terkait tempat-tempat lain akan dilakukan pemeriksaan. Saat disinggung siapa pemilik gudang Josef menututurkan, pemilik gudang berbagai jenis obat kuat stamina pria dan jamu-jamuan yang tidak memiliki izin edar dari BPOM Batam kabur setelah mengetahui adanya razia gabungan. ”Pemilik gudang ini saat kita akan turun merazia tadi menurut informasi masyarakat sekitar dirinya kabur,” tuturnya.

Josef mengungkapkan, seluruh barang bukti ini akan dilakukan penghitungan terlebih dahulu untuk mengetahui berapa barang bukti yang diamankan. ”Perlu dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lagi, karena pemilik kabur sehingga pihaknya belum dapat memastikan. Diduga obat-obat ilegal ini dari Pulau Jawa lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekdaprov Masih Rahasiakan Plt Wako

Sementara itu, produk ini ilegal, walaupun pemiliknya kabur BPOM tetap bisa melakukan pengamanan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here