BPR Bintan Setor Rp 24,743 Miliar

0
760
BUPATI Bintan H Apri Sujadi berdiskusi dengan Dirut BPR Bintan Radhiah, di sela RUPS BPR Bintan di Kantor BP3D. RUPS ini turut dihadiri Ketua DPRD Bintan H Nesar Ahmad dan Sekda Adi Prihantara, Inspektur Inspektorat Daerah R Akib Rachim serta OPD terkait, Rabu (21/2) kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

RUPS 2017, Bupati Bangga Dapat Rp 4,172 Miliar

BINTAN – BANK Perkreditan Rakyat (BPR) Bintan telah menyetor Rp 24,743 miliar kepada Pemkab Bintan, selama 10 tahun sejak berdiri hingga sekarang. Dari jumlah tersebut, BPR Bintan memberikan pembagian keuntungan atau deviden, pada tahun buku 2017 sebesar Rp 4.172.180.000. Bupati Bintan H Apri Sujadi pun bangga.

Setoran Rp 4,172 miliar untuk pembagian deviden 50 persen dari keuntungan bersih usaha BPR Bintan itu diketahui, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2017, di kantor BP3D Bintan, Rabu (21/2) pagi kemarin. RUPS BPR Bintan tahun buku 2017 dihadiri Bupati Bintan H Apri Sujadi, Ketua DPRD Bintan H Nesar Ahmad, Sekdakab Bintan Adi Prihantara, Dirut BPR Bintan Radhiah Razak dan jajarannya.

Baca Juga :  Penataan Drainase Terhalang Bangunan Milik Warga

Direktur Utama (Dirut) BPR Bintan Radhiah pada saat RUPS memaparkan, aset BPR Bintan pada tahun buku 2017 senilai Rp 311,894 miliar. Aset ini naik sebesar Rp 31 miliar, dibandingkan aset tahun 2016 lalu, sebesar Rp 280,5 miliar. Sedangkan keuntung kotor (bruto) BPR Bintan pada tahun buku 2017 senilai Rp 11,025 miliar. Sedangkan laba bersih mencapai Rp 8.344.361.000,-. Perbandingan proyeksi dengan realisasi mencapai 136,68 persen.

”Dari laba bersih Rp 8,344 miliar itu, Pemkab Bintan mendapat deviden sebesar Rp 4.172.180.000,-. Tahun buku 2016, kita setor deviden itu Rp 4,4 miliar. Kalau total deviden untuk Pemkab Bintan sampai memasuki tahun ke-10 ini, sudah Rp 24,743 miliar,” sebut Radhiah.

”Laba BPR Bintan ini didapat dari penyaluran kredit kepada masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga :  Mau Nikah, Ihsan Tenggelam di Trikora

Namun pada tahun buku 2017, lanjut Radhiah, pertumbuhan ekonomi di Kepri lemah. Sehingga mempengaruhi dalam pembayaran penyaluran kredit. Kredit macet atau non peforment loan cukup tinggi, sekitar 3 persen. Tapi, ini masih jauh dari toleransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan kondisi ekonomi rendah, BPR Bintan bisa memiliki customer mencapai 18.389 nasabah.

”Usaha BPR Bintan pada tahun buku 2017 dikategorikan baik. Malah masih berada angka tertinggi (Rp 4,172 miliar), selama memberikan deviden kepada Pemkab Bintan,” sebutnya.

”Tahun buku 2018 ini, kami berusaha maksimal. Apalagi sudah ada penyertaan modal di akhir 2017 dari Pemkab Bintan. Jika sebelumnya Rp 10,2 miliar, di tahun 2018 ini penyertaan modal Pemkab Bintan yang bisa dijalankan sudah mencapai Rp 12,4 miliar,” tambah Radhiah.

Baca Juga :  Bupati Bakal Terima Dua Penghargaan Nasional

Bupati Bintan H Apri Sujadi merasa bangga, ketika Pemkab Bintan mendapat pembagian 50 persen keuntungan bersih dari BPR Bintan, sebesar Rp 4,172 miliar itu. Bupati mengapresiasi atas kinerja jajaran Bank BPR Bintan. Menurutnya, ditengah kondisi persaingan perbankan serta kondisi ekonomi yang sedang lesu, sejogianya diperlukan satu strategi yang baik, agar memperoleh laba yang signifikan.

”Tentu lah kita apresiasi atas kinerja jajaran BPR Bintan ini, yang telah berhasil membukukan laba Rp 8,344 miliar. Sementara, kondisi ekonomi sekarang sangat rendah, dan persaingan perbankan yang kian ketat,” ujar H Apri Sujadi, usai RUPS.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here