Bright Gas 5,5 Kg Tak Laku

0
1054
SEPI PEMINAT: Terlihat Bright Gas 5,5 kilo belum laku terjual di salah satu pangkalan gas. F-ANDRI DS, Tanjungpinang

Sudah hampir setahun Pertamina meluncurkan varian Bright Gas 5,5 kg. Namun, masyarakat sepertinya belum tertarik memakai elpiji berwarna pink itu untuk digunakan sehari-hari. Karena, harganya mahal.

TANJUNGPINANG – Nadia, salah satu karyawati pangkalan Hagana Gas Kota Tanjungpinang, mengatakan peminat Bright Gas 5,5 kg sangat minim. Warga tetap memburu gas subsidi ukuran 3 kilogram. Bright Gas 5,5 kg merupakan varian kemasan baru yang melengkapi Bright Gas kemasan 12 kg yang telah ada sebelumnya. Bright Gas 5,5 kg termasuk dalam kategori LPG umum ( non subsidi).

Ia juga tidak setuju rencana dengan peralihan gas dari tabung elpiji 3 Kg ke tabung gas elpiji Bright Gas 5,5 kg tahun depan. Alasannya, memberatkan masyarakat. Sebab, harga gas elpiji 3 kg dengan gas elpiji Bright Gas 5,5 kg sangat jauh berbeda. Kalau gas elpiji 3 kg dijual ke konsumen hanya Rp16 ribu hingga Rp 23 ribu. Tapi, harga gas elpiji Bright Gas 5,5 kg pada saat isi ulang, harganya Rp70 ribu hingga Rp75 ribu. ”Selisih harganyakan jauh berbeda antara gas elpiji 3 kg dengan mencapai kisaran 5,5 kg. Kasihan masyarakat seperti kami ini,” ucap dia.

Kata dia, sejak diterapkan Bright Gas 5,5 kilo tahun lalu, ia perhatikan hampir semua pelanggannya tidak berminat dengan epiji Bright Gas 5,5 kg. Karena, dilihat dari sekitar 16 tabung gas elpiji 5,5 kg tidak laku terjual. ”Karena mahal, harganya jauh berbeda antara gas elpiji 3 kg dengan gas elpiji 5,5 kg,” sebut dia.

Senada dengan salah satu karyawan panggalan gas yang tidak mau namanya disebut yang mengatakan perlahan-lahan tabung gas elpiji 3 kg bakalan tidak ada lagi di Tanjungpinang. Sebab, tabung gas elpiji 3 kg akan ditarik oleh pemerintah pusat melalui agen gas di Tanjungpinang.Karena pemerintah pusat akan memberlakukan tabung gas elpiji 5,5 kg. ”Ini tabung gas elpiji yang warna pink. Nanti kita akan pakai gas 5,5 Kg,” ucap dia.

Meskipun itu kebijakan, ia berharap, pemerintah pusat untuk mempertimbangkan menarik tabung gas elpiji 3 Kg. Karena kalau ditarik tabung gas elpiji 3 Kg, beban kehidupan masyarakat akan bertambah. Sedangkan kondisi ekonomi seperti ini. ”Saya berharap pemerintah perlu pikirkan kembali. Mudah-mudahan jangan ditarik tabung gas 3 kg. Amin,” ucap syukur dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustarian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, HM Juramadi Esram mengatakan, kalau dilihat dari konsep awal, pemerintah hanya memberikan subsidi khusus tabung gas elpiji 3 kg kepada masyarakat kurang mampu. Namun, fakta dilapangan hampir semua masyarakat di Kota Tanjungpinang menggunakan gas elpiji 3 kg di rumahnya. ”Kita masih menunggu regulasinya seperti apa. Karena sampai saat ini, saya belum terima regulasinya. Kalau sudah kita terima regulasinya seperti apa, baru kita akan mengundang dengan berbagai pihak yang menyangkut dengan tabung gas elpiji nanti,” sebut Juramadi.

Sebelumnya, pemerintah pusat sepakat bahwa subsidi gas LPG 3 kilogram (kg) disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Artinya tidak ada lagi subsidi gas LPG 3 kg yang disalurkan melalui barang. Rencananya, subsidi gas LPG 3 kg akan disalurkan pada 2018. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, nantinya penyaluran bantuan sosial nontunai akan diintegrasikan lewat satu kartu saja. Di mana ada tiga bantuan yang akan disalurkan lewat KKS yakni Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, dan gas elpiji 3 kilogram.

Sementara untuk listrik tetap disalurkan lewat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). ”Mudah-mudah Februari 2018. Ini akan secara bertahap,” tegasnya. Menurut Khofifah, penyaluran bansos lewat satu kartu sedang diujicobakan, karena sekarang ada 25,7 juta rumah tangga yang akan dapatkan bansos LPG 3 kg, kemudian 15,5 juta rumah tangga yang terima bantuan pangan, dan ada 10 juta terima PKH. Jadi ini sedang ditunggu seperti apa penyalurannya.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here