Bright PLN Terangi Galang Sampai Pagi

0
137
Pelaksana Harian GM GTRAN Bright PLN Batam di Baloi, Ferry, di ruang kontrol distribusi listrik di Batam. f-martua/tanjungpinang pos

Perjuangan Warga Hinterland Tiap Musrenbang Terwujud

”Setiap Musrenbang, usulan masyarakat selalu listrik. Sekarang sudah terwujud. Terangnya sudah dari PLN Batam,” ujar Camat Galang, Amri Amis.

BATAM – Amri Amis mengarahkan pandangannya ke arah warga yang duduk di barisan kursi di hadapannya. Sesekali Camat Galang ini melirik, ke arah rumah warga di sampingnya. Tepat di depan samping rumah itu, berdiri tiang listrik milik Bright PLN Batam.

Pada tiang listrik itu, menempel kotak berwarna kuning. Tidak lama kemudian, sambil meneguk air mineral di depannya, Amri berdiri dari kursinya dan berjalan mengikuti pejabat Bright PLN Batam, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Bright PLN Batam, Buyung Abdul Zalal, petugas Bright PLN bersama warga Rempang Cate.

Mereka segera menuju tiang listrik dekat lokasi acara peresmian sambungan listrik warga Rempang Cate. Peresmian yang berlangsung, Kamis (26/4/2018) sore itu semakin istimewa, setelah wilayah kerja listrik di sana berpindah tangan dari PLN Persero ke Bright PLN Batam awal tahun 2018.

Peralihan itu dilakukan setelah Bright PLN membuktikan komitmennya membantu menerangi hinterland dengan memulai membangun jaringan listrik awal tahun 2017 dan mulai menerangi rumah warga, Oktober tahun itu. Sehingga daerah hinterland atau pulau-pulau penyangga, sejak itu, mulai mendapatkan penerangan 24 jam.

Kegembiraan atas sambungan listrik yang dinanti puluhan tahun itu, warga menggelar syukuran. Sekaligus mereka melakukan tatap muka dengan pejabat dan petugas PLN Batam. Usai dialog rombongan warga, Amri dan pejabat lain di daerah itu, berjalan menuju tiang listrik.

Tiang listrik itu berdiri dekat rumah warga. Di tiang listrik itu tertempel kotak berwarna kuning. Amri meminta petugas PLN membuka dan terlihat di dalam kotak itu, sembilan meteran listrik. Setelah dibuka petugas, Amri meminta Buyung melakukan peresmian dengan menghidupkan meteran listrik dalam kotak kuning itu.

”Tiga, dua, satuuu,” teriak Amri diikuti warga dan Buyung menghidupkan meteran listrik, hingga akhirnya terlihat bola lampu di teras salah seorang warga, Elias menyala.

Saat itulah warga dan petugas tepuk tangan. Tidak terkecuali Amri. Mukanya terlihat semringah dan senyumnya mengembang. ”Tadi kan was-was juga. Takut tak hidup lampunya. Sekarang, warga sudah terlayani. Ini mimpi warga saya sejak zaman dulu,” ujar Amri.

Sambil berbincang dengan pejabat dan petugas PLN, Amri berjalan ke rumah Elias. Di teras rumah berlantai semen, berdindingkan papan itu, rombongan meninjau listrik yang hidup. ”Sekarang sudah hidup listriknya ya pak. Jangan lupa, bayar tagihannya nanti ya pak,” kata Amri sambil tertawa.

Amri terlihat semringah dan tawanya lepas. Sebagai camat yang melayani di daerah pulau-pulau atau hinterland, dia lega, akhirnya listrik nyala. Maklum, selama menjadi camat di wilayah itu, Amri selalu mendapat permintaan agar listrik dari PLN diperjuangkan.

”Setiap Musrenbang, usulan masyarakat selalu listrik. Sekarang sudah terwujud. Terangnya sudah dari PLN Batam,” ujar Amri.

Kini listrik hidup selama 24 jam per hari, berkat dukungan dan komitmen Bright PLN Batam. Dua tahun terakhir ini, PLN terus membangun infrastruktur listrik dan melakukan sambungan baru, untuk menerangi rumah-rumah di hinterland. Dengan kondisi listrik yang membaik, Amri mengimpikan, dunia pariwisata di daerahnya lebih maju.

PLN Batam memberikan harapan baru untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Galang. Termasuk restoran yang diyakini akan lebih bergairah. Karena beberapa restoran seafood di Galang beroperasi dengan menggunakan genset. Sehingga biaya operasional tinggi.

Tidak puas dengan peresmian listrik yamg sudah dilakukan di beberapa kelurahan di Galang hingga Oktober 2018, Amri tidak berhenti meminta. Dia meminta PLN Batam membantu hingga kelurahan lain dan pulau sekitar Galang juga dialiri listrik. Seperti di Air Lingka, Kampung Baru dan Kampung Tanjung Cakang, Kelurahan Galang Baru.

”Di Tanjung Cakang juga ada pengusaha yang rindu listrik. Kalau bisa, secepatnya dipasang tiang listrik. Pasang tiang saja (dulu), kata warga, mereka sudah senang,” ujar dia sambil tertawa.

Diakui, masuknya listrik dari PLN Batam itu, memunculkan optimisme warga. Elias yang mengaku sudah tinggal di sana sejak tahun 2000, selama ini harus merogoh kantong Rp800 ribu sampai di atas Rp1 juta per bulan. Uang yang tidak sedikit itu, harus dikeluarkan hanya untuk menikmati listrik kurang dari 12 jam.

Mantan pengurus ormas di Batam ini butuh bahan bakar untuk genset. Genset itu digunakan, selain untuk menerangi rumahnya, juga menghangatkan ternak ayamnya. Elias tinggal di sana untuk bertani sekaligus beternak ayam dan ikan lele. ”Kami setidaknya menghabiskan minyak, empat sampai enam jeriken per bulan. Jadi dibanding listrik PLN, kami seperti hemat Rp600 ribu,” bebernya.

Warga Rempang Cate lain, Abdul Yusuf, juga merasakan kegembiraan yang sama. Dia senang dan bersyukur, karena akan membuat istri dan dua anaknya lebih tenang beraktivitas. Baik menonton dan belajar, saat dirinya di kebun.

”Anak-anak sudah bisa tenang belajar malam hari. Istri sudah punya semangat baru. Sudah punya rencana, usaha-usaha kecil. Entah buat kerupuk pisang atau ubi. Kalau goreng malam, sudah nampak,” ujar dia lagi.

Selama ini, dengan genset sendiri yang dihidupkan sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB atau pukul 22.00 WIB, pengeluaran mereka sekitar Rp500 ribu sampai Rp600 ribu.

”Belum termasuk untuk perbaikan genset atau ganti genset jika rusak. Itu karena kami tidak ada ternak ayam,” bebernya.

Kegembiraan warga itu juga dirasakan Bright PLN batam yang bisa membantu warga. Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Bright PLN Batam, Buyung Abdul Zalal yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, walau pengoperasian listrik itu tanpa subsidi, mereka bangga, membantu menerangi warga di pulau-pulau.

Kepada Amri dan masyarakat, Buyung berpesan agar memanfaatkan listrik dengan hemat. Disisi lain, diharapkan perekonomian warga hinterland, berkembang.

”Kita harapkan, anak-anak bisa tenang belajar, kehidupan ekonomi lebih baik, hingga investasi diharap masuk. Tapi harus hemat energi,” ujar Buyung.

Nilai Investasi Besar
Terkait nilai investasi, Sekretaris Perusahaan Bright PLN Batam, Samsul Bahri mengakui, pihaknya sudah menggelontorkan dana sekitar Rp11,6 miliar.

Investasi itu tergolong besar dibanding jumlah dan kategori pelanggan rumah tangga di sana. Sehingga PLN akan membutuhkan waktu lebih lama, mengembalikan modal investasi, jika pelanggan bisnis dan industri tidak tumbuh.

”Sampai Sijantung kemarin itu, nilai investasinya sudah mencapai Rp11,6 miliar. Kami komit membantu warga Galang,” tegas Samsul.

Nilai investasi itu juga akan semakin besar digelontorkan PLN Batam ke depan. Termasuk untuk menjangkau Tanjung Banun, Dapur 6 dan Sungai Buluh, di Kelurahan Sembulang, akhir tahun 2018 ini. Untuk tiga daerah itu, Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura, memperkirakan nilai investasi yang akan dikeluarkan lebih Rp7 miliar.

”Perkiraan nanti anggaran yang akan dikeluarkan sekitar Rp7,7 miliar. Ini pengabdian kita untuk masyarakat. Kita tetap berikan pelayanan kelistrikan yang andal,” sebut Dadang.

Komitmen itu yang kemudian diapresiasi Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun, hingga ikut turun meresmikan penggunaan listrik di Kecamatan Galang belum lama ini. Nurdin ikut Kampung Cate, Sijantung, Galang, bersama Dadan beberapa waktu lalu, meresmikan pemanfaatan listrik di Kampung Cate.

Kembangkan Kawasan Ekonomi Baru
Pengembanhan jaringan ke hinterland diharapkan PLN Batam bisa mendorong pertumbuhan ekonomi warga di sana. Manager of Public Relation Bright PLN Batam, Bukti Panggabean yang kerap ikut dalam peresmian listrik di hinterland.

Dengan daya yang dimiliki, pertumbuhan bisnis dan industri di hinterland bisa tercapai. PLN Batam akan mendukung dengan daya listrik yang cukup.

Kapasitas daya yang dijual PLN Batam, sebanyak 416 MW (70 persen) dihasilkan dari gas. Sementara batubara 134 MW (23 persen) dan BBM sebanyak 40 MW (7 persen).

”Sekarang, cadangan daya kita, sekitar 110 sampai 150 MW pada tahun 2018 ini. Daya cukup. Pengelolaan listrik di Galang juga sudah diserahkan PLN Persero ke Bright PLN Batam, sejak tahun 2018,” beber dia.

Dengan demikian, PLN Batam akan lebih leluasa untuk mendistribusikan daya dan meningkatkan pelanggan di Galang. Bright PLN Batam berkomitmen, menjadi bagian dari pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi yang baru.

”Kami siap membantu pemerintah mengembangkan kawasan ekonomi baru,” tantang Bukti.

Kesiapan daya itu juga didukung Pelaksana Harian GM GTRAN Bright PLN Batam di Baloi, Ferry, saat insan pers berkunjung ke Bright Batam Control Centre di Baloi, Selasa (16/10).

Layar Scada menampilkan pertumbuhan beban listrik. Ditampilkan, perkiraan beban pemakaian (BP) 386,10 MW pada pukul 14.00 WIB dengan 522,30 MW status operasional normal.

Saat ini diakui, konsumsi daya di Galang, masih sekitar 2 MW. Galang memiliki cadangan sekitar 7 mega watt (MW). Pertumbuhan beban listrik 2018 terhadap beban puncak 2017 naik sebesar 1,2 persen. Energi PLN diakui cukup untuk menerangi daerah pesisir (hinterland).

”Distribusi ke sana siap 9 MW. Sekarang ke Galang baru dimanfaatkan 2 MW. Ada 7 MW yang masih bisa disalurkan,” beber Ferry.

Ketersediaan daya diakui akan meningkat, jika gas dari Natuna sudah dimasukkan ke Batam, melalui Pulau Pemping. ”Kami sudah menandatangani kontrak dengan PGN untuk gas dari West Natuna Transportation System (WSTN). Tidak tahu, kenapa belum disambungkan. Mudah-mudahan segera,” imbuhnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here