Buaya Muara Mulai Naik ke Pemukiman

0
285
SALAH satu buaya muara yang ditangkap karena sebelumnya telah memangsa hewan ternak milik warga. f-istimewa
Warga di 3 desa yakni Desa Kuala Maras resah, Desa Ulu Maras serta Desa Genting Pulur Kecamatan Jemaja Timur dibuat resah dengan munculnya buaya muara ke wilayah pemukiman.

ANAMBAS – Bahkan, sebelumnya banyak hewan ternak milik warga yang hilang. Buaya muara yang akrab disebut buaya Bekatak (Crocodylus porosus), kini mulai naik ke darat.

Buaya tersebut kini mulai muncul ke permukaan, dan diperkirakan ratusan ekor masih menguasai aliran sungai dan perairan laut.

Untuk itu, perlu adanya tindakan cepat yang harus segera dilakukan oleh pihak Pemerintah Kecamatan dengan memasang tanda peringatan dititik yang dianggap rawan.

Camat Jemaja Timur Indra Gunawan mengatakan, kemunculan buaya muara tersebut sejak tiga bulan silam.

Namun akhir-akhir ini, buaya telah berani naik ke darat dan memangsa hewan ternak milik warga.

”Munculnya buaya-buaya ini sudah sangat meresahkan, dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” kata Indra, Selasa (26/3).

Kata dia, selain memakan ternak warga buaya-buaya ini juga memakan ikan dibubu serta keramba milik masyarakat. Bahkan, buaya tersebut seting tersangkut dijala saat masyarakat menjala ikan.

Dengan kehadiran buaya ini, membuat warga Jemaja yang biasa mencari Lokan (kerang) dan Ketam Bakau di hutan bakau pinggir sungai tidak dapat melakukan aktivitasnya karena faktor keselamatan.

”Mana ada warga yang berani turun mencari lokan dan ketam lagi sekarang. Mereka takut, karena disaat sedang melakukan aktivitas tiba-tiba diserang buaya. Memang saat ini belum ada serangan kepada manusia. Namun kita sudah mengimbau untuk masyarakat berhati-hati,” ujar dia.

Tambahnya, untuk melihat buaya-buaya tersebut yang paling jelas itu pada malam hari. Sebab, saat timbul mata buaya tersebut nampak terang seperti lampu center dan jumlahnya pun banyak.

Memang ditahun-tahun sebelumnya, buaya ini seringkali timbul namun hanya di Pulau Besuh dan tidak meresahkan masyarakat. Saat ini, banyak buaya tersebut telah mulai mengancam ketenangan warga di 3 desa.

”Warga sudah ada yang pernah menangkap buaya tersebut, bahkan saat ini masih disimpan didekat pabrik yang menjadi kesulitan adalah mau diapakan buaya setelah ditangkap. Sedangkan buaya ini merupakan salah satu hewan yang dilindungi,” jelas dia.

Pihaknya saat ini telah melakukan rapat koordinasi dengan tim kecil yang terdiri dari Kapolsek, Danramil, Danposal dan Kades se Jemaja Timur telah turun kelapangan.

Bahkan, kata dia pihaknya telah menyurati BKSDA Pekanbaru untuk meminta tindak lanjut seperti apa untuk mengurangi keresahan ini.

”Mudah-mudahan saja tim dari BKSDA segera turun dan memberikan solusi untuk mengatasi persoalan ini,” pungkasnya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here