Buaya Teror Warga Sungai Pinang

0
1611
BUAYA: Warga saat berfoto dengan buaya yang berhasil ditangkap di Sungai Daik, belum lama ini. F-TENGKU/TANJUNGPINANG POS

LINGGA- Jumlah populasi buaya yang terus bertambah dan semakin mengancam masyarakat. Buaya yang masuk ke pemukiman masyarakat perlu segera ditangani pemerintah agar korban tidak bertambah.

Sejumlah korban terkaman buaya juga telah terjadi sejak 2014 silam baik warga Sungai Pinang, Daik, Malar, Mepar hingga bocah 9 tahun suku Laut Desa Kelumu yang hingga kini tidak pernah ditemukan jasadnya.

Beberapa waktu lalu, warga kelurahan Daik kembali mengamankan seekor buaya jantan berukuran 4,20 meter di Sungai Daik.

Buaya yang masuk ke pemukiman masyarakat tersebut dipancing karena kerap memakan ternak warga. Warga nelayan juga mengaku resah dengan banyaknya buaya di aliran sungai.

”Di Sungai Daik, ada puluhan ekor buaya. Yang kami tangkap baru satu. Buaya-buaya ini masuk ke pemukiman,” kata Cik Mot warga Daik yang mengamankan buaya muara beberapa waktu lalu.

Karena tidak ada tindakan serius pemerintah, buaya muara tersebut akhirnya mati. Awalnya, beberapa orang pembeli sudah ingin mengambil buaya tersebut. Namun oknum pemerintah melarang dan mengatakan akan ditangani dinas terkait.

”Buayanya mati. Kami kuburkan,” sambung Edi. (cr37)

Ancaman buaya muara hampir diseluruh sungai-sungai Pulau Lingga. Sayangnya belum ada penanganan serius. Penangkaran yang dibangun 7×7 Meter di desa Panggak Laut tahun 2015 lalu belum sama sekali dimanfaatkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) kabupaten Lingga, Junadi Adjam mengakui pihaknya tidak ada kegiatan terkait penanganan bauaya di 2017 ini. (cr37)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here