Budaya Digilas Zaman Now

0
761

Oleh: Adinda Juniar
Mahasiswa FISIP Program Studi Ilmu Administrasi Negara, UMRAH

Kebudayaan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Kata kebudayaan dalam bahasa arab disebut akhlak. Dan para sarjanapun telah mendefenisikan kebudayaan yang salah satunya adalah menurut Dr. Moh. Hatta: “kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa”. Ciptaan hidup dari suatu bangsa, sekarang kita berdiri ditanah air Indonesia (?) tapi kenapa budaya tanah orang yang dipakai?

Seiringnya perkembangan teknologi yang semakin pesat dan semakin banyak pula aplikasi di smartphone kita yang membuat kita hanya terfokus pada kezamanan saja. Terlepas dari itu membuat masyarakat Indonesia melupakan akhlaknya sendiri. Kesopanan sudah tak berlaku di zaman sekarang, contohnya pada budaya barat yang sekarang terus menguras kebudayaan asli Indonesia sendiri serta kecendrungan melecehkan nilai-nilai budaya tradisional, misalnya hilangnya rasa hormat kepada orangtuanya, budaya pacaran yang berlebihan. Semuanya banyak terjadi dimasyarakat sekarang.

Baca Juga :  Almarhum Ayah Sadar, Keteladanan dan Kesiapan Kita

Bagaimana budaya pada pemerintah? Pemerintah tak terlepas dari politik, juga tak terlepas dari kata “politik kotor” budaya politik yang tidak sehat. Teringat apa yang pernah disampaikan oleh guru saya bahwa “politik tidaklah kotor, tapi para pemakainyalah yang kotor”. Ya! Mereka hanya mementingkan perut mereka yang sudah buncit dan terus ingin buncit (bapak hamil) yang mempersetankan perut rakyat. Ucapan yang diberikan hanya omong kosong, janji yang diberikan hanya sebatas jari kelingking, manis di awal pahit diakhir. Anehnya, kalau terjadinya kasus korupsi para koruptor hanya memakai “jurus kursi roda dan jurus lupa ingatan” saja, bisa diterima masyarakat Indonesia. Mungkin memang benar masyarakat Indonesia memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi (?).

Baca Juga :  Kaviar Ekslusif Lawatan Sang Raja

Sekarang banyak orang yang malu akan budaya Indonesia karena maraknya budaya asing diindonesia, bahkan lupa akan budaya Indonesia sendiri. Tapi lucunya masyarakat luar lebih mengenal budaya Indonesia dibanding masyarakat Indonesia. Globalisasi merupakan kompor bagi munculnya gerakan-gerakan neo-nasionalis dan fundamentalis, akibatnya menimbulkan banyak pecundang dan sedikit pemenang.

Sebenarnya perkembangan budaya Indonesia sangatlah dibutuhkan bagi rakyat Indonesia tetapi dalam kategori positifnya saja. Mari kita bangkitkan Budya Asli Indonesia Versi Modern, Dengan memperkenalkan budaya kita yang beranekaragam dari sabang sampai merauke tetapi dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. demi memperjuangkan untuk masa depan bangsa kita bangsa Indonesia yang berbudaya asli indonesia. Amin… ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here