Budaya Melayu Menjadi Jati Diri Bangsa

0
438
Dahriyandi

Oleh: Dahriyandi
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Indonesia memiliki banyak suku bangsa,terdapat 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia, tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010. Suku Jawa adalah kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 41% dari populasi.Banyak suku-suku terpencil yang memiliki populasi kecil, termasuk suku Melayu. Walaupun termasuk suku yang memiliki populasi kecil, namu suku Melayu memiliki andil pada negeri ini.

Pada zaman sebelum Indonesia merdeka, suku Melayu lebih terkenal dengan bangsa Melayu. Bangsa Melayu merupakan bangsa tertua di dunia. Ribuan tahun yang lalu bangsa Melayu sudah membuat komunitas masyarakat yang terdiri dari beberapa suku atau etnik yaitu, suku kerinci, suku anak dalam, suku batin, suku dua belas, dan suku penghulu, yang di kenal dengan bangsa melayu.

Bangsa melayu memiliki banyak kerajaan pada masa lalu, namun yang lebih kita kenal yakni kerajaan Riau-Lingga. Kerajaan ini pada awalnya merupakan bagian dari kerajan Malaka dan kesultanan Johor. Namun pada tahun 1824 traktat London membagi kesultanan Johor menjadi 2 bagian, yaitu kerajaan Johor dan Riau-Lingga. Kerajaan Johor di bawah pengaruh Inggris, sedangkan kerajaan Riau-Lingga di bawah pengaruh Belanda. Dan bahasa resmi kerajaan pada masa lalu merupakan bahasa Melayu.

Kerajaan Riau-Lingga memiliki peranan penting dalam perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia. Pada masa kerajaan ini bahasa Melayu menjadi bahasa-bahasa standar yang sejajar dengan bahasa-bahasa lain di dunia, yang kaya dengan susastra dan memiliki kamus ekabahasa.Tokoh besar di belakang perkembangan pesat bahasa Melayu ini adalah Raja Ali Haji, seorang pujangga dan sejarawan keturunan Bugis. Bahasa Melayu merupakan cikal bakal bahasa Indonesia. Ada 4 faktor yang membuat bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia yaitu, bahasa melayu sebagai penghubung, bahasa melayu mudah di pelajari, bahasa melayu punya kesanggupan, dan suku yang lain rela bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia. Pada masa kerajaan melayu, seorang pemimpin diangkat menjadi pemimpin berdasarkan kemampuan yang lebih dari masyarakat biasanya, yakni pemimpin yang kuat,gigih,bijaksana dan tahu banyak hal. Bahkan pada masa lalu pemimpin bangsa melayu haruslah sosok yang sakti mandraguna demi melindungi rakyat dan kerajaan dari serangan penjajah, binatang buas, makhluk halus ( jin, setan, dll ), karena itulah pemimpin memiliki ciri khas khusus untuk memimpin kerajaan.

Pemimpin-pemimpin kerajaan masa-masa kerajaan Melayu membuat atau mengambil keputusan berdasarakan musyawarah mufakat di antara kalangan kerajaan. Pemimpin pada masa kerajaan Melayu tidak membuat keputusan berdasarkan kehendak sendiri, sehingga kebijakan yang di buat bisa di terima dan di patuhi oleh masyarakat Melayu itu sendiri,pemimpin menjadi penentu keberhasilan dan suksesnya tujuan yang hendak di capai secara bersama.

Pemimpin di negeri ini harus memiliki kedewasaan khusus, sehingga dalam menghadapi segala hal, baik membuat keputusan ataupun mengambil keputusan bisa di terima di kalangan masyarakat. Pada dasarnya Indonesia memiliki berbagai corak kepemimpinan, salah satunya kepemimpinan dalam tradisi melayu, yaitu pemimpin yang baik dan amanah.

Indonesia membutuhkan pemimpin yang berkepentingan kepada masyarakat bukan kepentingan diri sendiri, belajarlah dari kepemimpinan melayu yang segala sesuatunya berdasarkan musyawarah mufakat, sehingga bisa di terima di kalangan masyarakat.

Untuk itu sumbangan terbesar dari kebudayaan Melayu ialah menjadikan bahasa Melayu menjadi bahasa resmi Indonesia, dan turut mewujudkan pemimpin yang bijaksana, kharismatik, gigih, kuat, dan amanah yang menjadi identitas bangsa Indonesia, dan tidak berlebihan apabila kebudayaan Melayu menjadi jati diri bangsa Indonesia. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here