Budidaya Keramba Apung Menggeliat

0
606
Boy, salah seorang pembudidaya ikan kerapu dan kakap menabur bibit ke keramba apung di Desa Kuala Sempang, Selasa (16/1). f-jendaras/tanjungpinang pos

Ketika Permintaan Rumah makan kian banyak

Pelampung, jaring, tali hingga kayu menjadi modal utama selain bibit ikan, pakan serta biaya operasional untuk mengembangkan budidaya. Kemudian, harus rutin memelihara dan merawat ikannya.

BINTAN – SAAT ini, terlebih saat musim utara seperti ini, budidaya menjadi salah satu pekerjaan yang banyak digeluti. Makin rutin memelihara dan memeriksa penyakit ikan, maka keberhasilannya makin tinggi.

Hasil budidaya ikan ini bisa terukur pendapatannya jika berhasil. Makin banyak keramba dan bibit yang ditabur, maka hasilnya bisa diperkirakan berapa banyak.

Selain itu, mengingat di Kepri tidak ada musim dingin, maka banyak pengusaha asing terutama Tiongkok ingin mengembangkan budidaya kerapu di Kepri ini.

Hanya saja, lantaran regulasinya belum disahkan berupa perda zonasi, akhirnya mereka menunggu payung hukum itu disahkan.

Budidaya keramba apung di wilayah Kecamatan Seri Kuala Lobam Bintan misalnya makin menggeliat dari tahun ke tahun, khususnya di Desa Kuala Sempang.

Selain karena masyarakat nelayan makin tertarik untuk menggeluti bisnis maritim ini, pesanan ikan segar juga makin banyak. Sejumlah pesanan ikan segar terus berdatangan dari beberapa rumah makan yang mulai banyak tumbuh di Bintan.

Boy (42) salah seorang pelaku budidaya keramba apung ikan Kakap dan Kerapu mengatakan, permintaan ikan segar tersebut terus ada, meskipun kondisi cuaca sedang tidak bagus seperti saat ini. Sehingga budidaya keramba apung menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

”Kalau mau beli dari nelayan bisa saja, cuma kondisi seperti saat ini kan tak pasti dapat ikan bagus seperti Kakap dan Kerapu. Kalau keramba ini kan tinggal pilih dan jual saja,” sebutnya, Selasa (16/1).

Ia mengatakan, permintaan ikan segar saat ini cukup tinggi. Apalagi wilayah Bintan saat ini sudah menjadi tujuan wisata dan restoran makanan laut menjadi tempat favorit.

”Saya masih skala kecil, tetapi ada saja yang beli setiap hari. Kalau bibit ikan ada yang tangkap di laut, ada yang beli dari pembibitan. Enaknya kalau cuaca seperti saat ini, kebutuhan ikan tidak susah,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya budidaya ikan keramba apung ini, pasokan ikan tidak putus saat musim laut dan cuaca tidak bersahabat.

Selamet, warga Bintan mengatakan, dengan adanya budidaya keramba apung memang menjadi salah satu pilihan untuk membeli ikan. Menurutnya, selain ikan yang didapat masih segar, tidak sulit juga untuk mendapatkannya.

”Di sepanjang jalan Busung sampai Pengujan sana kan bisa dicari ikan-ikan segar ini. Harganya juga masih standar lah dengan di pasaran,” jawabnya.

Memang, nelayan juga sering mengeluh. Kadang mereka kekurangan modal untuk budidaya ikan keramba ini. Modalnya cukup besar untuk membeli pelampung, jaring, bibit ikan hingga pakan.

Kadang, jika penyakit ikan datang menyerang, bibit ikan yang ditabur kebanyakan mati dan merugi. Karena harga bibit ikan saja cukup mahal.(JENDARAS KARLOAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here