Bukit Raya Tabrak Karang Angker

0
1437
Karang Perairan Sedanau Natuna yang membuat KM Bukit Raya kandas.

Karang yang ditabrak KM Bukit Raya di perairan Natuna hingga membuat kapal jumbo itu kandas ternyata dipercaya sebagai daerah angkar dan penuh mistis. Kalangan para petuah terdahulu banyak cerita mistis di balik Karang itu. Di kalangan warga Natuna, ada tiga nama panggilan kawasan karang itu yakni, Karang Nenek, Karang Neneh, dan Karang Ninih. Semuanya satu tujuan yaitu karang angker di daerah Sedanau.

Karang tersebut menuai beragam peristiwa yang membuat sebagian masyarakat kaget dan heran. Pasalnya Karang Ninih berdekatan dengan Pulau Burung sebagai pintu masuk Pelabuhan Selat Lampa.

Saidir salah satu tokoh masyarakat Sedanau menuturkan, bahwa Laut Sakti Rantau Bertuah melambangkan sebuah tajuk yang dilestarikan untuk laut Natuna. Saat ini laut Natuna tidak memiliki Laut Sakti itu, hanya banyak kapal yang karam di laut Natuna dan tenggelam menjadi sebuah peninggalan biota lautnya.

Karang Nenek menjadi saksi bisu sejarah kedua kalinya yang sebelumnya ketika itu pernah didiami KM. Trusanjaya dengan kejadian yang sama seperti kejadian KM. Bukit Raya. ”Pada tahun 1982 dahulu, di Karang Nenek itu sudah didiami Kapal Trusanjaya pengangkut cengkih yang mana Karang Nenek itu merupakan sebuah legenda spritual masyarakat Sedanau. Dan pada tahun 2018 ini KM. Bukit Raya juga menjadi tertarik dengan kecantikan Karang Nenek,” ucap Saidir melalui pesan What Appnya. Minggu (20/5).

Ia menambahkan, namun semua itu hanya cerita bagi sebagian masayarakat Sedanau yang pernah melihat langsung kejadian kandasnya kapal besar di karang tersebut. ”Ya semua itu tergantung orang yang menyikapinya betul atau tidak. Karang Nenek yang terlihat kencantikannya dari atas kapal menjadi sebuah pemandangan sangat indah bagi siapa saja yang melihat,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Roni Cambe tokoh masyarakat Ranai mengatakan, sejarah Natuna dengan beraneka ragam destinasi kapal tenggelam di laut Natuna memiliki cerita yang hampir sama, semuanya tenggelam akibat menabrak karang.

”Banyak peninggalan kapal tenggelam di laut Natuna diantaranya, kapal kayu dari Tiongkok yang karam, kapal Rusia, kapal Jepang, kapal Siantan, dan lain sebagainya. Semuanya itu tenggelam dan menjadi rumah ikan,” ujar singkatnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here