Buku Perpustakaan Sekolah Masih Minim

0
332

Tanjungpinang – Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilwahyu menuturkan, Pemko belum serius menyelesaikan program pendidikan di Tanjungpinang.

Hal ini terlihat dari belum lengkapnya sarana dan prasana di sekolah. Mulai dari minimnya ketersediaan buku di setiap perpustakaan, laboratorium, ketersediaan komputer serta jaringan internet dan alat peraga pendidikan lainnya.

”Saya juga heran, wali kota bicara penting pendidikan. Tetapi berbagai persoalan pendidikan ini belum diselesaikan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Ia berharap, di masa terakhir kepemimpinan Wali Kota dan Wakilnya, Lis Darmansyah beserta Syahrul dapat berpihak pada pendidikan.

Meski alokasi anggaran untuk pendidikan sudah 20 persen dari APBD, namun itu belum cukup. Dari anggaran uitu, lebih dari 40 persen untuk membayar gaji dan tunjangan para guru. Sedangkan sisanya untuk kegiatan rutin dan hanya sedikit untuk pembangunan.

”Pembangunan pendidikan itu perlu fokus. Misalnya tahun ini bangun kekurangan ruang kelas. Tahun berikutnya mengenai komputer serta jaringan baru ke perlengkapan lainnya,” tuturnya.

Ia mengaku heran dengan kondisi pendidikan saat ini, masih banyak yang perlu dipenuhi. Bahkan untuk menerapkan sistem full day school belum bisa karena kekurangan RBK.

Begitu juga dengan penerapan Ujian Nasional Sistem Komputer (UNBK), belum semua sekolah dapat melaksanakan. Hal ini dikarenakan komputer dan jaringan yang belum tersedia.

Untuk tingkat SMP, baru SMPN 1 Tanjungpinang yang memiliki komputer dan ketersediaan sarana penunjang lainnya. Sedangkan untuk SMP lain ada yang melaksanakan namun menumpang ke SMA dan SMK di Tanjungpinang.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang, Ade Angga menuturkan hal serupa, bahwa membangun pendidikan perlu fokus.

Ia menyarankan, agar pendidikan di Tanjungpinang harus lebih maju. Misalnya, semua sekolah sudah memiliki akses wi-fi. Selain itu, satu rumah memiliki satu laptop.

”Ini bukan tidak mungkin dilakukan, hanya perlu fokus saja. Dunia pendidikan perlu keseriusan,” tuturnya.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here