Buku Toponimi Tanjungpinang

1
631
Rendra Setyadiharja, S.Sos, M.IP

Rendra Setyadiharja, S.Sos, M.IP
Dosen Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Sebuah buku berjudul Toponimi Tanjungpinang Asal Usul Nama Daerah Kota Tanjungpinang telah diterbitkan oleh Badan Perpustakaan Arsip dan Museum Kota Tanjungpinang beberapa waktu ini. Buku ini sesungguhnya merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh salah seorang Dosen Stisipol Raja Haji Tanjungpinang yaitu Rendra Setyadiharja, S.Sos., M.IP dan seorang jurnalis media massa yaitu Yoan Sutrisna Nugraha. Sementara Seniman Pantun Kota Tanjungpinang yang namanya sudah terkenal yaitu Tamrin Dahlan, M.Si merupakan editor buku tersebut.

Buku ini berisikan tentang sejarah asal muasal penamaan beberapa kampung di Kota Tanjungpinang yang selalu kita kunjungi dan lewati. Dengan terbitnya buku ini harapan penulis adalah menjadi sebuah referensi sejarah yang mungkin mampu dinikmati oleh masyarakat tentang asal usul penamaan beberapa kampung dan termasuk jalan di Kota Tanjungpinang.

Beberapa kampung dan jalan yang dijelaskan asal usul penamaannya di dalam buku ini antara lainnya yaitu Jalan Batu Kucing, Kampung Bukit atau Bukit Cermin, Kampung Tambak, Gudang Minyak, Jalan Tambak, Jalan Bakar Batu, Jalan Pantai Impian, Pancur, termasuk nama yang sudah asing di telinga generasi muda saat ini yaitu Tanjung Buntung.

Penjelasan tentang sejarah asal usul nama kampung dan jalan di dalam buku ini merupakan hasil wawancara dengan para tokoh yang mengetahui sejarah asal usul nama kampung tersebut, bukanlah sebuah rekaan belaka.

Tokoh yang menjadi narasumber dalam buku seperti maestro pantun Kota Tanjungpinang Datuk Ali Achmad atau lebih dikenal dengan Alipon, dan ada juga Bapak Wan Tarhusin. Salah satu sejarah asal usul nama kampung yang dijelaskan dalam buku ini menurut Datuk Alipon yaitu sejarah penamaan Jalan Pantai Impian.

Menurut Datuk Alipon, sebagaimana ditulis kembali oleh Rendra dan Yoan yaitu dahulu Pantai Impian bernama Tanjung Hong Khiang atau Hokhiang atau Hokkian. Tempat ini memang memiliki topografi pantai yang indah sehingga lama kelamaan pantai ini disebut sebagai Pantai Indah. Karena keindahan itu banyak kaum muda mudi dahulu menjadikan tempat ini menjadi tempat impian mereka untuk bersantai dan menikmati pantai, sehingga lama kelamaan nama Tanjung Hong Khiang berubah menjadi Pantai Impian.

Sejarah asal usul nama kampung dan jalan lainnya yang diceritakan oleh narasumber lainnya yaitu Jalan Gudang Minyak. Menurut tokoh masyarakat yang sudah kita kenal bersama yaitu Abdul Karim Ahmad, mengatakan dari zaman Belanda di ujung pantai dimana sekarang bermana wilayah Gudang Minyak ini memang berdiri Gudang Minyak milik Belanda.

Fungsinya adalah tempat penyimpangan minyak untuk pembangkit listrik yang digunakan pada mesin pembangkit listrik yang berada di Jalan Bakar Batu (sekarang yang telah menjadi Kantor PLN Cabang Tanjungpinang). Namun gudang minyak ini sekarang telah dijual kepada pengusaha, dan telah diubah suai oleh pemilik barunya, sehingga bekas tapaknya tidak ditemukan kembali.

Sejarah nama kampung lainnya juga seperti Kampung Pancur atau dengan nama jalan Ir. Djuanda yang menurut narasumber Wan Tarhusin dan ditulis kembali oleh Rendra dan Yoan dalam buku tersebut memiliki sejarah karena bukit di atas kampung Pancur ini dahulunya memiliki banyak mata air, sehingga Belanda menyebutnya sebagai water touren artinya adalah air mancur atau air yang turun.

Karena banyaknya sumber mata air tersebut, maka Belanda membangun bak penampungan air di atas bukit yang sampai hari ini masih bisa kita jumpai. Atas dasar sejarah itulah maka wilayah tersebut orang menyebutnya dengan Pancur atau sekarang diberi nama Jalan Ir. Djuanda.

Masih banyak lagi sejarah asal usul nama kampung dan jalan yang diceritakan kembali oleh Rendra dan Yoan dalam buku ini yang merupakan hasil pemaparan beberapa narasumber yang dianggap kompeten mengetahui asal usul nama kampung di Kota Tanjungpinang.

Buku ini saat ini telah terpajang di Badan Perpustakaan Arsip dan Museum Kota Tanjungpinang dan juga akan disebar di seluruh sekolah mulai tingkat dasar hingga ke perguruan tinggi, dan menarik untuk dibaca serta dikaji lebih mendalam.

Dengan munculnya buku ini harapan kita semua, kita akan mengenal lebih dalam tentang Kota Tanjungpinang. ***

1 KOMENTAR

  1. punten,.. saya sedang mencari referensi tentang toponimi, kira-kira saya bisa mendapat buku toponimi tanjung pinang dimana ya?saya dari Banten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here