Bulog dan Disperindag Diduga Sengaja Tumpuk Beras

0
782
Suryani

BATAM – Anggota DPRD Kepri dapil Kota Batam, Suryani angkat bicara terkait ditemukannya sekitar 800 ton beras tak layak konsumsi di Gudang Bulog Batuampar, Batam, Rabu (7/3) kemarin.

Menurut legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Bulog maupun instansi terkait yakni Disperindag sengaja melakukan tindakan yang merugikan masyarakat tersebut. ”Dikira mereka di Batam ini pada mampu, membeli beras premium semua. Padahal banyak masyarakat yang kesulitan, harusnya pemerintah hadir, bukan justru sengaja dibiarkan,” tegas Suryani.

Anggota Komisi III bidang pembangunan ini menceritakan, bahwa tindakan seperti ini sering kali dirinya menerima laporan dari masyarakat. Bahkan, berkali-kali terjadi, seolah-olah isntansi terkait membiarkan hal tersebut.

Baca Juga :  Berkumpulnya Para Pujangga Melayu, Tampilkan Berbagai Atraksi

”Kalau saya melihat, pemerintah dalam hal ini Disperindag tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Dari saya dulu di Komisi II, tidak sampai ke sana mengawasinya, mereka itu tidak memiliki kewenangan. Jadi saya melihat tetap saja, perniagaan beras sembako dikendalikan oleh pasar. Jadi kalau bulan ini naik, bisa dibilang ini semacam ada mafianya,” beber Suryani.

Suryani bahkan membeberkan, bahwa banyak permainan pengusaha yang bergerak di sektor beras premium di Batam, yang sering diinformasikan bermain dalam hal ini. Sudah bukan menjadi hal yang biasa, beras di Kota Batam ini tiba-tiba naik tanpa pemberitahuan secara resmi dari pemerintah.

Baca Juga :  3 Tahun Terlalu Singkat di Kepri

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Batam menemukan sekitar 800 ton beras tak layak di Gudang Bulog Batuampar, Batam, Rabu (7/3). Beras itu akan diolah ulang, sebelum disalurkan jadi beras murah.

Mereka Sidak itu untuk melihat ketersediaan beras. Namun saat sidak itu, ditemukan kondisi beras yang mengejutkan. Total beras di gudang Bulog saat itu 1.186 ton. Sebanyak 800 ton tidak layak konsumsi. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here