Bulog Kembangkan 700 Rumah Pangan

0
937
Bulog: Beacukai saat menyerahkan beras tangkapan untuk didistribusikan melalui bulog beberapa waktu lalu. f-martuia/tanjungpinang pos

BATAM – Bulog subdivre Batam, akan memasok komoditas rumah tangga, melalui Rumah Pangan Kita (RPK). Termaksud daerah hinterland seperti Rempang dan Galang (Relang). Saat ini, di Batam jumlah RPK masih 310 dari 700 RPK yang ditargetkan. RW di Batam sendiri lebih 700 dan diharapkan, tiap RW memiliki satu RPK. RPK sendiri merupakan jaringan pemasaran milik Bulog.

Sebagaimana disampaikan Kepala Bulog Sub Divre Batam, Jamaludin, pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan RPK dihiterland. Diharapkan, RPK dapat memudahkan masyarakat mendapat bahan pangan. ”Kita siapkan itu, karena ditargetkan, seluruh Indonesia, tiap RW ada satu RPK,” harapnya.

Jika dirujuk pada jumlah kecamatan di Batam, setiap kecamatan sudah memiliki RPK. Hanya saja, karena dicanangkan tiap kelurahan, maka diharapkan semua RW memiliki RPK. Sehingga ada yang menampung beras dan gula dari Bulog untuk masyarakat.
”Kalau untuk hiterland, barang kita antar sampai pelabuhan. Kalau yang maindland, bisa kita antar ke tempat RPK,” ujar Jamaluddin.

Baca Juga :  Manfaatkan Ponsel untuk Hal yang Positif

Diingatkan, untuk barang di RPK mainland, harganya sesuai dengan harga enceran tertinggi (HET). Dimana, beras Rp 9.500 dan Rp 10.000 per kilogram. Sementara gula harga Rp 12.500 per kilogram. ”Harga di hinterland berbeda, karena ada perhitungan biaya distribusi untuk menyeberangkan bahan pangan,” imbuhnya.

Direncanakan, setelah beras dan gula yang didistribusikan Bulog melalui RPK, kedepan jenisnya akan ditambah. Dimana, targetnya ada 11 bahan pangan yang akan didistribusikan bulog. Diantaranya, minyak goreng, tepung terigu, daging, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Ditargetkan, distribusi beras melalui RPK, sekitar 700 ton per bulan. Sementara ini, distribusi yang sudah berjalan, masih 200 ton. Hak itu dipengaruhi jumlah RPK yang belum setengah dari target yang dicanangkan. ”Kita terus sosialisasikan, melalui RPK yang ada, melalui kelurahan. Sehingga masyarakat familiar dengan RPK,” ujarnya.

Baca Juga :  TNI Penghijauan di Galang

Ditanya untuk menjadi salah satu RPK, diakui cukup dengan membawa surat domisili usaha dari RT RW dan diketahui kelurahan. Kemudian KTP, KK, dan NPWP, serta tempat untuk jajakan barangnya. ”RPK bayar Rp5 juta, dalam bentuk pemesanan barang bisa campur, atau 500 kg beras saja,” imbuhnya.

Sementara Kadis Perindustrian dan Perdagangan Batam, Zarefriadi mengatakan, Bulog akan mengembangkan lebih banyak lagi agen RPK di Batam. Dihimbau, masyarakat yang tertarik menjadi agen RPK, bisa mengajukan diri ke Bulog Batam. ”Bulog kan punya kegiatan untuk mendistribusikan barang-barang pokok melalui masyarakat. Masyarakat bisa mengajukan diri buat RPK,” ujarnya.

Baca Juga :  OPD dan Paguyuban Diajak Pawai Mobil Hias

Pengembangan RPK ini termasuk upaya pemerintah khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), mengintervensi harga pasar. Jika RPK bisa berjalan dengan baik di setiap RW, harga barang di pasaran dapat dikontrol kenaikannya. ”Ini agar pedagang jangan menaikkan harga terlalu tinggi. Ini juga untuk memastikan membantu masyarakat, menyesuaika dengan daya beli,” imbuhnya mengakhiri.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here