Bulog Setop Beras ke Pinang Lestari

0
733
PERIKSA: Tim gabungan memeriksa sejumlah jenis beras di gudang milik Ahui di Batu 9 Tanjungpinang, Selasa (26/9). f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pihak Bulog Tanjungpinang masih mempertanyakan dari mana pihak Pinang Lestari mendapat beras blog yang dioplos. Kepala Bulog Sub Divre Tanjungpinang, Jaka Santosa mengatakan, pihaknya memang pernah mendistribusikan beras Bulog ke Pinang Lestari.

”Tapi, itu sudah dua bulan lalu. Sekarang beras itu sudah habis. Ada kemungkinan beras ini didatangkan dari luar,” ujarnya saat pemeriksaan ke gudang Pinang Lestari di Batu 9, Selasa (26/9).

Dalam pemeriksaan itu, turut hadir Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pemprov Kepri, Baharuddin, Kasat dan Kanit Reskrim Polres Tanjungpinang dan lainnya. Saat pemeriksaan itu, tim gabungan melihat ratusan karung beras barang bukti yang sudah di-police line sebelumnya masih tersusun dengan rapi.

Adapun barang bukti itu diantaranya, 756 karung beras merek Bulog dengan berat per karung 50 Kg (sekitar 37,8 ton), 30 bungkus beras yang bertuliskan Bulog Premium 5 Kg (150 Kg), 115 karung berisi beras merek Roda Mas ukuran 50 Kg (5,75 ton). 800 bungkus beras Bulog Premium 5 Kg (4 ton) yang sudah dioplos dan dikemas. Total beras barang bukti yang masih dipasang garis polisi sekitar 47,7 ton.

Jaka Santosa mengatakan, kejadian adanya oplosan beras Bulog itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog Divre Kepri selanjutnya ke Bulog pusat.

Ia mengatakan, adapun sanksi yang akan diberikan berupa teguran keras, teguran berat sampai dengan pemutusan kerja sama (penyetopan distribusi beras).

”Ini sudah pemalsuan. Beras Bulog standar sudah ada sendiri mulai dari jenis karung, warna, ukuran dan kwalitas. Apabila tidak sesuai, itu sudah jelas penyimpangan,” katanya.

Kadisperindag Pemprov Kepri, Burhanuddin menyebutkan, pengawasan barang-barang-barang beredar merupakan wewenang mereka sesuai Undang-undang No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Hanya saja, Burhanuddin beralasan, pihaknya belum bisa maksimal mengawasinya lantaran peralihan wewenang sesuai undang-undang tersebut baru dilakukan awal 2017 lalu.

”Jujur saja, kita masih baru menanganinya. Pelimpahan data gudang ini masih kita proses, kita lakukan pengawasan apa saja aktivitas gudang dan isi gudang,” sebutnya.

Burhanuddin mengatakan, pihaknya sedang melakukan pengawasan berbagai jenis beras yang dijual tidak sesuai dengan kemasan yang dijual secara eceran.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya akan meningkatkan pengawasan barang edar. ”Ini pelajaran berharga bagi kita. Dengan adanya tangkapan pengoplosan beras ini, kita harapkan jadi efek jera bagi pelaku,” tuturnya.

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sidak di beberapa gudang dan swalayan yang menjual barang edar tidak sesuai dengan kemasan.

Untuk saksi yang diberikan kepada pelaku pengopolosan beras ini, Disperindag Kepri akan memberikan peringatan terkait menyalahi izin gudang. Kalau masih melakukan pengoplosan, maka izin gudang akan dicabut.

Dari sisi komoditi pelaku melanggar Undang-Undang Pertanian dan Perdagangan Serta Pelanggaran Pengoplosan Beras. ”Untuk langkah pertama pihaknya memberikan peringatan kepada pengelola swalayan Pinang Lestari dan pengelola gudang. Apabila masih membandel, kita cabut izinnya,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko mengatakan, untuk saat ini pihaknya baru menetapkan satu tersangka Ahui (54), pemilik Swalayan Pinang Lestari di Jalan DI Panjaitan KM 9 Bintancenter atas kasus pengoplosan beras.

”Kita masih mendalami kasus pengoplosan beras dan memintai keterangan dari para saksi. Tersangka sekarang sudah mendekam di sel tahanan,” bebernya.

Untuk kasus ini, pihaknya sudah memeriksa delapan saksi. Sedangkan dua karyawan Pinang Lestari yakni MY dan JN yang diamankan masih sebagai saksi. Itu dikarenakan mereka merupakan pekerja. ”Untuk seluruh barang bukti kita sita, beras yang diamankan sekitar 47 ton lebih,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sat Reskrim Polres Tanjungpinang menggerebek gudang pengoplosan beras milik Ahui di Jalan DI Panjaitan Batu 9 Kota Tanjungpinang, Jumat (22/9) sekitar pukul 15.00.

Atas tindakannya tersebut, tersangka Ahui dijerat dengan Pasal 139 ayat (1) UU RI No. 18 tahun 2012 tentang Pangan Jo pasal 2 dan atau pasal 3 PP No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan dan atau pasal 62 ayat (1) Jo pasal 8 ayat 1 huruf A dan UU RI no. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here