Bumbu dan Daging Paling Laris

0
41
MASYARAKAT membeli bumbu masak sambil membeli daging sapi segar di Pasar Bestari Bincen, Rabu (16/5) kemarin. F-Andri DWi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – PEDAGANG bumbu masakan di pasar Bestari Bintan Centre, Tanjungpinang mendapat penghasilan yang lumayan, sehari menjelang puasa Ramadan, Rabu (16/5) kemarin. Pasalnya, bumbu masakan laris dibeli warga, untuk menyediakan menu pada sahur perdana.

Ajo, seorang pedagang bumbu mengatakan, bumbu masakan yang dibeli warga itu banyak akan digunakan untuk membuat rendang dan jenis masakan lainnya. ”Pesan dan jual beli lumayan banyak hari ini (kemarin, red). Untuk harga bumbu, tak ada kenaikan,” kata Ajo, singkat.

Menjelang puasa Ramadan, tak ayal, banyak warga yang membeli bumbu masakan. Permintaan bumbu masakan ini, dibenarkan oleh seorang pedagang bumbu jadi. ”Betul. Dari tadi sudah banyak orang beli bumbu, laris dibandingkan hari biasa. Tentunya ada yang untuk masak rendang, atau gulai,” kata pedagang bumbu masakan yang enggan ditulis namanya tersebut, sambil melayani pembeli.

Tak hanya bumbu, pedagang daging pun mendapatkan penghasilan yang cukup lumayan. Karena, permintaan warga cukup banyak. Hanya saja, harga daging sapi di pasar Bincen naik mencapai 145 ribu per kilogram, sejak Selasa (15/5) lalu.

Meski harga daging segar naik senilai Rp 5 ribu per kilogram dibandingkan biasanya, masyarakat tetap antusias membelinya. Karena menurut warga, daging sapi segar yang dibeli dari Pasar Bestari Bincen, untuk dijadikan menu utama sahur di awal bulan puasa Ramadan, bersama keluarga.

Sebelum naik Rp 5 ribu, daging sapi segar hanya mencapai Rp 140 ribu per kilo. Namun selama dua terakhir, hari daging sapi segar telah mencapai Rp 145 ribu per kilogram. Antusias membeli daging sapi segar menjelang puasa Ramadan, merupakan suatu kebiasan warga Tanjungpinang.

”Sudah dua hari ini, ramai yang beli daging sapi segar. Tahun 2017 lalu, ramai juga yang beli daging menjelang puasa seperti ini,” kata Adek salah satu penjual daging sapi segar di Pasar Bestari Bincen kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (16/5) kemarin.

Alasan Adek menaikkan daging sapi segar, untuk menutupi kerugian yang akan dialaminya. Pasalnya, dengan kondisi seperti ini, tidak ada masyarakat yang mau beli jeroan sapi. Seperti babat, tulang hingga hati sapi.

Untuk memenuhi permintaan warga di awal Ramadan, ia telah menyembelih 7 ekor sapi. 7 ekor sapi yang disembelih untuk kebutuhan dua hari, terhitung dari Selasa (16/5) sampai Rabu (17/5).

”Mereka beli daging saja. Jeroan tidak laku. Tengok lah,” ucap dia sambil mengiris daging sapi segar yang dipesan konsumennya.

Kemungkinan, lanjut Adek, masyarakat akan buat menu masakan rendang, yang akan disantap pada saat sahur. Jadi, daging sapi segar salah satu bahan utama yang dibeli maayarakat. ”Tidak mungkin tulang yang direndang,” ucap dia sambil tersenyum.

Kenaikan Rp 5 ribu, katanya, hanya berlaku untuk dua hari saja. Mulai Kamis (17/5) ini, harga daging segar kembali normal, yaitu Rp 140 ribu per kilogram. ”Hari ini (Kamis, red) tidak naik lah. Tenang saja,” sebut dia. (YENDI-ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here