BUMD Bakal Kehilangan Pasar Bincen

0
1233
SAMPAH BERSERAK: Terlihat teras Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang kotor dengan sampah yang berserak.F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) anak perusahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemko Tanjungpinang terancam kehilangan aset di Pasar Bintancenter (Bincen) Batu 9.

TANJUNGPINANG – Pasca pimpinannya, tersandung Kasus Pungutan Liar (Pungli) oleh Polda Kepri, kinerja PT TMB bagai jalan di tempat. Bahkan, sebagian besar aset yang dikontrakkan oleh pihak swasta ke TMB dalam waktu dekat akan ditarik pemiliknya. Dengan demikian PT TMB selaku pengelola BMUD Tanjungpinang bakal tak punya lagi hak memungut retribusi dari hasil sewa menyewa kios.

Kepala Bidang Operasional BUMD Tanjungpinang Zohran mengaku adanya informasi bakal ada penarikan pasar itu. Menurutnya, semua perlu penanganan ekstra agar ada jalan keluar dari masalah tersebut. ”Akhir tahun ini memang kontrak kita sudah habis,” ujar Zohran singkat.

Baca Juga :  Empat Hari SWRO Tak Berfungsi

Saat Wali Kota Tanjungpinang dipimpin Suryatati A Manan, aset kios yang berada di pasar Bintancenter disewakan oleh pihak Sinar Bahagia Grup (SBG) kepada PT TMB yang merupakan salah satu BUMD di Tanjungpinang.

Dia tak tahu persis, apakah dalam waktu dekat, aset tersebut akan disambung kembali atau tidak. Tak hanya itu saja, sejak kejadian PT TMB tersandung kasus Pungli, aktivitas di Pasar baru I dinilai kurang berjalan efektif. Banyak pedagang yang enggan membayar sewa kios.

Belum lagi, aset yang bernilai ekonomis di kawasan pasar Kota Tanjungpinang hingga kini masih dikuasai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan. Kepemilikan aset tidak bergerak maupun pendapatan dalam pasar, yang berada di Tanjungpinang lebih banyak dimiliki Pemerintah Kabupaten Bintan dibandingkan milik Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang.

Baca Juga :  Nama Pejabat Bisa Berubah di Injury Time

Padahal, lokasi pasar tersebut berada di Tanjungpinang yang merupakan kewenangan Pemko. Mestinya aset itu sudah diserahkan ke Pemko Tanjungpinang saat dimekarkan dari Kabupaten Kepulauan Riau yang kini brubah nama menajdi Kabupaten Bintan.

Setiap aset yang masih dimiliki Bintan di atas ruko ataupun kios, terdapat satu plang berwarna hijau bertuliskan Perusda tingkat II Kepri. Selain itu, kios lainnya menuju jalan lorong sepatu, lorong ruko yang berada di Jalan Pasar Ikan.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here