BUMD Belum Kelola Mesin Es di Bincen

0
683
Mesin ES: Direktur Utama BUMD Kota tanjungpinang, Asep Nana Suryana sedang mengambil es giling dari mesin pengilingan. F-Andri Dwi S/Tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Mesin pembuat es yang berada di kawasan Bintancenter (Bincen) yang di kelola PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) yang merupakan BUMD Kota Tanjungpinang sudah tak beroperasi lagi.

Informasi yang dihimpun Tanjungpinang Pos, mesin pembuat es ini hanya beroperasi satu pekan setelah diresmikan Mei lalu. Setelah itu, hingga kini mesin pembuat es sudah tidak beroperasi lagi. Rumah mesin pembuat es serta mesin genset tertutup rapat hingga pintunya dikunci menggunakan gembok. Di sebelah rumah mesin tersebut, hanya terdapat satu peti es berwarna biru.

Tak hanya pintu di gembok. Tapi, tidak ada satupun petugas yang bisa dijumpai. Banyak pedagang dan masyarakat menyayangkan mesin pembuat es kenapa tidak beroperasi lagi. Padahal tujuannya untuk membantu pedagang ikan, sayur maupun daging agar lebih murah mendapatkan es.

Baca Juga :  Peralatan Sembayang Mulai Mahal

”Sayang dibiarkan begitu saja. Kenapalah tak beroperasi lagi,” tanya Hendri, salah satu warga Tanjungpinang saat berbincang, Minggu (18/6). Pria (35) berpesan, kalau memang PT TMB tak mampu mengoperasikan lebih baik dilimpahkan ke pihak swasta yang sanggup untuk mengelolah mesin pembuat es. Sehingga memberikan dampak bagi para pedagang dan bantuan yang diberikan tidak terkesan pembajiran..

”Kalau seperti inikan, kelihatannya sia-sia. Karena tidak dipakai atau difungsikan. Lebih baik kasih pihak swasta yang kelola,” sebut dia. Direktur BUMD Kota Tanjungpinang, Zondervan mengatakan, mesin pembuat es bukan tak beroperasi lagi. Tetapi, pihaknya sedang tes produksi. Bagaimana hasil es yang keluar dari mesin. Ternyata, es yang jadi es halus seperti salju.

Baca Juga :  DMI Kota Dukung Sertifikat Nikah

”Kita tes produksi dulu mesin pembuat esnya. Bukan tak beroperasi lagi,” kata Zondervan saat dikonfirmasi. Kata dia, es yang sudah jadi dari mesin yang diberikan bantuan pemerintah pusatt tersebut tidak bisa tahan lama karena terlalu halus. Tidak bisa efektif digunakan untuk menyimpan ikan di peti ikan.

”Karena es yang sudah jadi berbentuk es halus seperti salju. Untuk sementara ini, kita hentikan dulu. Kasihan pedagang yang beli es tidak bIsa tahan lama untuk menyimpan ikan dan lainnya. Kita pelajari dululah,” terang dia. Selain es tak bisa tahan lama, Mesin pembuat es sempat mengalami problem alias rusak ringan. Penyebabnya, adalah arus listrik yang mengalir ke mesin pembuat es kurang stabil. Untuk itu, saat ini mesin pembuat es hidup menggunakan mesin diesel.

Baca Juga :  Pencuri 600 Dolar Dibekuk Polisi

”Alhamdulillah sudah kita perbaiki,” ucapnya. Ia mengakui menggunakan mesin diesel membuat beban biaya operasional lebih besar. Sebab menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

”Saya tidak tahu persis berapa habisnya solar setiap beroperasi mesin pembuat es tapi lebih besar biayanya,” terang dia. Untuk itu, pihaknya berupayah mengalirkan listrik PLN ke mesin pembuat es. ”Supaya bisa meringankan beban operasional,” ungkapnya.(ANDRI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here