BUMD Tak Boleh Disubsidi Lagi

0
876
H Nurdin Basirun

Gubernur Minta Inspektorat Audit Manajemen

Jika masih ingin bertahan, maka Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Kepri harus bisa mendapatkan untung dari semua jenis usaha yang dikelolanya. Sebab, tidak akan ada lagi bantuan modal dari APBD Kepri.

TANJUNGPINANG – GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun menegaskan, selama ini semua BUMD milik Pemprov Kepri sudah diberi modal. Namun apabila merugi dan manajemen berharap ada suntikan modal dari APBD, menurut Nurdin itu sama saja bermimpi.

Nurdin dengan tegas mengatakan, mulai tahun 2018 tidak akan membantu modal BUMD terutama PT Pelabuhan Kepri dan PT Pembangunan Kepri.

Dalam Perdanya, alokasi modal Pemprov Kepri untuk PT Pembangunan Kepri sekitar Rp 100 miliar. Saat ini, modal yang sudah dialokasikan melalui APBD baru Rp 14 miliar.

Nurdin mengatakan, dirinya tak ingin APBD ditambah lagi untuk BUMD. Ia meminta manajemen yang duduk di perusahaan itu agar bisa mandiri serta menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemprov Kepri.

Mantan Bupati Karimun dua periode ini sangat kecewa kinerja manajemen PT Pelabuhan Kepri dan PT Pembangunan Kepri selama dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Kepri ini.

Baca Juga :  Pengusaha Makin Khawatir

Bahkan ia meminta manajemen diaudit total. ”Saya minta Inspektorat untuk mengaudit. Di samping itu saya pastikan tidak boleh disusui lagi, karena sudah keenakan,” tegas Nurdin, kemarin.

Selama ini, petinggi PT Pelabuhan Kepri dan PT Pembangunan Kepri sudah larut dalam fasilitas negara yang sudah mereka gunakan.

Menurut Nurdin, apa yang diberikan pemerintah selama ini kepada PT Pelabuhan Kepri dan PT Pembangunan Kepri merupakan fasilitas paling istimewa, sementara yang dihasilkan tidak ada.

Nurdin ingin, ke depan, PT Pelabuhan Kepri dan PT Pembangunan Kepri harus mandiri dan mampu mengubah pola kerja agar perusahaan itu menghasilkan keuntungan untuk daerah.

”Sudah diberikan fasilitas mewah, tapi apa yang mereka hasilkan tak tampak sama sekali,” papar Nurdin.

Sebagai informasi bahwa saat ini, Nurdin sendiri tengah menyeleksi tiga calon Dirut PT Pelabuhan Kepri. Nama yang masuk sebagai calon, Rio Onasis, Guntoro dan Darmansyah. Ketiga calon tersebut juga sudah menjalani tes wawancara secara khusus langsung oleh Nurdin Basirun pada Jumat lalu.

Baca Juga :  Warga Apresiasi Pembangunan Fisik Opster TNI Galang 2019

Dalam memilih salah satu diantaranya, Nurdin menjamin akan mengedepankan asas profesional, bukan karena mereka timses, orang dekat atau karena jasa-jasa lainnya.

”Saya mau ke depan BUP ini maju, tidak lagi diberikan modal, lantas tak menghasilkan apa-apa. Saya mau mereka yang memimpin itu, profesional dan mampu berinovasi,” tegas Nurdin demikian.

Saat ini, PT Pembangunan Kepri mengelola kapal Lintas Kepri. Namun, belum lama sejak dioperasikan, kapal itu sudah rusak. Biaya untuk memperbaiki kapal tersebut sekitar Rp 75 miliar.

Kapal ini sendiri dibuat desainnya tahun 2014 lalu. Kemudian tahun mulai dibangun tahun 2015 dan harusnya dioperasikan tahun 2016. Namun, kapal itu baru dioperasikan tahun 2017 sekitar bulan Juni.

Jika PT Pelabuhan Kepri ingin melanjutkan bisnis kapal ini, maka manajemennya mereka harus putar otak untuk mendanainya.

Rencananya, PT Pelabuhan Kepri akan mengelola pungutan retribusi lego jangkar ke depan bersama dua BUMD lainnya di Kepri yakni dari BP Batam dan dari Karimun.

Baca Juga :  Ekspor Bauksit Mulai Jalan

Hanya saja, sampai saat ini Pemprov Kepri belum bisa memungut retribusi lego jangkar di 0-12 mil laut karena Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Kewenangan Provinsi di Darat dan Provinsi Kepulauan serta revisi PP No.15 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku Pada Kementerian Perhubungan belum kelar.

Sedangkan PT Pembangunan Kepri sudah lama bangkrut. Perusahaan ini bahkan meningkalkan utang sekitar Rp 10 miliar. Kini, perusahaan tersebut hanya mengelola bisnis transportasi avtur dari Tanjunguban-Bintan ke Bandara RHF Tanjungpinang.

BUMD milik Pemprov Kepri yang sudah untung adalah PT Tirta Kepri, pengelola air bersih di Bintan dan Tanjungpinang. Perusahaan itu sudah memperoleh untuk dalam beberapa tahun belakangan ini.

Saat ini, manajemen PT Pelabuhan Kepri berusaha bertahan hidup dengan bisnisnya itu. Pendapatan mereka pas-pasan untuk gaji karyawan, sewa ruko.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here