BUMdes Ajarkan Penataan Usaha

0
618
KERUPUK: Warga Desa Busung saat melihat kerupuk yang terbuat dari buah pohon mangrove. Kerupuk tersebut kini menjadi andalan kuliner Desa Busung. F-JENDARAS/tanjungpinang pos

Busung – Kepala Desa Busung, Rusli terus mendorong masyarakatnya agar menjadi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Menurutnya, UKM itu merupakan usaha yang bermodal kecil, namun memiliki potensi berkembang jika dilakukan dengan serius. Ia minta warganya memanfaatkan segala potensi yang ada desa. Ia berharap UKM bisa menjadikan nilai tambah dari segi perekonomian.

Menurutnya, Desa Busung memiliki sejumlah kawasan wisata dan menjadi potensi ekonomi bagi masyarakat.

”Kita dorong melalui perangkat desa, agar masyarakat menangkap peluang ekonomi dan sadar wisata dengan desanya,” ujar Rusli, Selasa (7/2).

Rusli berharap melalui program binaan dari desa, masyarakat mampu mengembangkan UKM, yang bersumber dari kawasan wisata.

Dengan memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dendang Betuah, Rusli berharap BUMdes bersama masyarakat mampu mengelola objek wisata eks tambang pasir atau lebih dikenal dengan Gurun Pasir Bintan.

”Ini sebuah peluang untuk masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan. Saat ini pengunjung objek wisata gurun pasir Bintan selalu ramai, dan masyarakat pun berperan dalam mempromosikan wisata itu,” jelasnya.

Dengan BUMdes, Rusli optimis, masyarakat akan belajar bagaimana mengelola usaha kecil. Hal itu merupakan program, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) desa.

Dengan demikian, upaya-upaya tersebut membuka lapangan kerja baru untuk masyarakat tempatan.

Adanya wisata gurun pasir, pihak desa menekankan kepada pengurus BUMdes. Untuk memberikan pembinaan masyarakat, yang memiliki usaha kecil di lokasi wisata. Terlebih masalah penanataan usaha, dan memiliki kualitas nilai jual yang baik.

”Di lokasi gurun pasir itu ada yang membuka usaha kuliner, dan jasa penyewaan permainan. Ini yang kita melalui BUMdes, agar masyarakat berhasil mengelola usahanya. Untuk itu, BUMdes dituntut sering menggelar diskusi dengan masyarakat tentang mengelola usaha,” ungkapnya.

Kata Rusli, ada banyak lagi jenis usaha yang bsia dirintis di daerah Desa Busung.

”Jika arahkan masyarakat untuk pandai membaca peluang bisnis yang didukung oleh kondisi Desa,” sebutnya.

Untuk potensi-potensi lainnya, Rusli mengatakan agar SDM dan SDA dapat berjalan seimbang. Untuk itu, harapannya masyarakat dan BUMdes sinergi mengelola potensi desa. Tujuannya, agar potensi itu dapat dikelola secara mandiri dan profesional.

Masyarakat Desa Busung juga mengembangkan usaha lainnya, yaitu kerupuk yang terbuat dari buah pohon bakau (Mangrove). Kerupuk tersebut, kini telah menjadi produk unggulan masyarakat.

”Produksi kerupuk dari buah pohon mangrove menjadi kerupuk, hingga saat ini telah membantu penghasilan keluarga di Desa Busung ini,” katanya.(JENDARAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here