Bumikan Ekonomi Halal di Daerah 3T

0
518
CIVITAS akademika STAIN-SAR Provinsi Kepri dan dinas terkait dari Pemerintah Kabupaten Bintan foto bersama usai pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKN.f-istimewa

115 Mahasiswa STAIN-SAR Ikuti KKN

Salah satu tugas mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN-SAR) Kepulauan Riau (Kepri) yang ikut KKN (Kuliah Kerja Nyata) adalah membumikan ekonomi halal di daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T) di Provinsi Kepri.

TANJUNGPINANG – HAL itu sesuai dengan tema KKN tahun ini yakni ‘Membumikan Ekonomi Halal di Daerah 3T’. Sebanyak 115 mahasiswa telah dilepas ke desa-desa di Provinsi Kepri untuk mengabdi ke masyarakat melalui KKN.

Pelepasan itu berlangsung di Gedung Rektorat, Sabtu, (14/9) lalu. STAIN-SAR melaksanakan kegiatan pelepasan KKN tahun akademik 2019/2020.

Kegiatan KKN akan dimulai tanggal 16 September hingga 1 November 2019 di beberapa 3 wilayah kabupaten/kota mencakup Tanjungpinang, Bintan dan Batam.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala Kemenag Kabupaten Bintan Drs. H. Erman Zaruddin, M. M.Pd dan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bintan Ir. Dian Nusa, MM.,MH yang akan memberikan motivasi kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata.

Ketua pelaksana KKN Erlina Gusnita, M.Pd dalam pidatonya mengungkapkan, konsep kegiatan KKN tahun ini sama dengan tahun sebelumnya ialah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Sisdamas).

Baca Juga :  FIKP Award Refleksi 10 Tahun UMRAH

Kegiatan ini juga merupakan unsur pokok mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, agar memiliki relevansi dengan dunia eksternal serta mampu menjawab permasalahan dan isu yang berkembang di masyarakat.

”Agar ke depannya, STAIN-SAR Kepri mampu bersaing mulai di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional,” ungkap Erlina.

Senada dengan itu, Ketua STAIN SAR KEPRI DR. Muhammad Faisal, M.Ag mengatakan, bahwa KKN pertama tahun 2014 hingga saat ini tahun ke-7 sudah menjadi kegiatan rutin akademik yang harus ditempuh oleh mahasiswa STAIN-SAR.

Muhammad Faisal menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pendekatan mahasiswa kepada masyarakat.

”KKN tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, yang hanya fokus pada konsep sosial keagamaan. Tetapi pada tahun ini kita tambah dengan konsep pengembangan pemberdayaan yang berbasis ekonomi halal. Ini sejalan dengan fokus kajian kampus ke depan, akan membentuk halal center dan ini merupakan poin penting di Kementerian Agama tahun ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tanam Bibit Terumbu Karang di Laut

Lebih lanjut Faisal mengharapkan kepada mahasiswa-mahasiswi KKN untuk tetap menjaga etika dan almamater kampus saat terjun ke masyarakat.

Sehingga, keberadaan mahasiswa STAIN-SAR harus bisa menjadi jawaban atas persoalan yang ada di masyarakat.

Pelepasan KKN secara simbolis dilakukan dengan pemakaian atribut, oleh Ketua STAIN, Kepala P3M, Kepala Kemenag Kabupaten Bintan dan Kadis Koperasi kabupaten Bintan.

Setelah pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata, Kepala Kemenag Kabupaten Bintan dan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bintan, memberikan materi terkait ekonomi halal.

Ir. Dian Nusa, MM.,MH selaku Kadis Koperasi Kab. Bintan menjelaskan, bahwa mahasiswa STAIN-SAR harus lebih kreatif dan inovatif dalam membantu masyarakat untuk menghasilkan produk halal seperti yang ada di Kampung Bugis, Kecamatan Bintan Utara.

Produk halal itu, yakni mampu mengolah sisik ikan menjadi sebuah hiasan pakaian dan masih banyak lagi.

”Adik-adik mahasiswa harus menanamkan keikhlasan dalam belajar, berkarya dan bekerja. Insyaallah kalian bisa bersaing nantinya saat terjun ke masyarakat,” sebutnya.

Baca Juga :  Mahasiswa STIE Bantu 80 UMKM

Dian Nusa juga bersedia meminjamkan gedung koperasi, apabila mahasiswa-mahasiswi STAIN-SAR membutuhkan.

Selanjutnya, Drs. H. Erman Zaruddin, M. M.Pd selaku Kepala Kemenag Kabupaten Bintan menjelaskan, dalam materinya halal merupakan unsur sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, negara sangat peduli dengan status kehalalan sebuah produk yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Mahasiswa STAIN-SAR harus bisa menjadi motor penggerak produk halal, khususnya di Kepulauan Riau yang sangat rentan masuk produk-produk dari luar yang belum terdeteksi oleh MUI tentang kehalalannya.

”Untuk itu adik-adik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata tanamkan 4 konsep ini yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas. Bila ini dilaksanakan, maka sempurnalah Kuliah Kerja Nyata,” ujar Erman Zaruddin, M. M.Pd .(ADLY ‘BARA’ HANANI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here