Bunuh Pasangan Sejenis Dihukum 14 Tahun Penjara

0
69
Julianto digiring petugas keluar dari ruang sidang. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Julianto (24), terdakwa pembunuhan terhadap kekasih sejenisnya (gay) dihukum selama 14 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (9/4).

Dalam putusan Majelis Hakim, Santonius Tambunan, didampingi Majelis Hakim Anggota Corpioner, dan Acep Sopian Sauri mengatakan, terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja merampas nyawa orang lain, yang mana perbuatan tersebut melanggar pasal 338 KUHP dalam dakwaan subsider.

”Terdakwa dihukum dengan hukuman penjara selama 14 tahun penjara,” tuturnya.

Sebelumnya Jaksa penuntut umum (JPU) Ibrahim menuntut terdakwa selama 15 tahun.

Namun, sebelum menjatuhkan tuntutan, hal-hal yang meringankan terdakwa, karena terdakwa dengan keluarga korban sudah memiliki perjanjian perdamaian dan sudah memberikan santunan kepada keluarga korban.

Lanjutnya, sementara hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa korban, dan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Dalam dakwaan JPU Ibrahim mengungkapkan, kejadian pembunuhan itu berawal pada saat terdakwa tinggal serumah dengan korban Kardianus Rinyuang (21).

Karena keduanya merupakan pasangan sesama jenis, di Kampung Kolong Enam RT 01 RW 22 Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, Kamis (18/10) lalu.

Namun selama berhubungan, terjadi pertengkaran antara terdakwa dengan korban. Pertengkaran itu semakin lama semakin sering terjadi. Akibatnya korban memilih untuk pergi dari rumah terdakwa. Tetapi terdakwa menyusul korban di sekitar Kolong Enam untuk membawa pulang kerumahnya.

Sesampai di rumah, terdakwa duduk di kasur depan televisi. Sedangkan korban duduk di kursi sofa tengah rumah. Kemudian terdakwa mengajak korban untuk tidur sama-sama tetapi ditolak korban dengan marah.

Pertengkaran tidak bisa dihindari dan terdakwa dengan marah keluar rumah lewat pintu belakang sambil mengambil seutas tali tambang nilon warna hijau panjang sepanjang 12 meter. Saat itu, terdakwa memiliki waktu yang cukup untuk memikirkan apa yang akan dilakukannya dengan tali tambang nilon tersebut.

Lalu terdakwa masuk kembali ke rumah dan mendekati korban yang duduk di sofa tengah rumah. Terdakwa kemudian menjerat leher korban dengan tali tambang nilon tersebut.

Meski korban melakukan perlawanan dengan cara memberontak, tapi terdakwa tidak melepaskan jeratan pada leher.

Sekitar dua menit lamanya terdakwa menjerat leher korban, sehingga tidak sadarkan diri. Selanjutnya terdakwa memindahkan korban dengan cara diseret ke teras rumah dan diletakkan menelungkup.

Lalu terdakwa mengikat leher korban dengan ujung tali tambang nilon dan ujung lainnya diikatkan ke kayu penyangga atap rumah.

Terdakwa masuk kembali ke dalam rumah, kemudian melepaskan ikatan tali tambang nilon pada kayu penyangga atap rumah dan melepas jeratan tali tambang nilon pada leher korban setelah itu terdakwa membalikkan posisi badan korban menjadi telentang, dan terdakwa memperkirakan korban sudah meninggal. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here