Bupati Beri Penyuluhan di THM

0
215
BUPATI Anambas Abdul Haris SH ketika meninjau kawasan THM di Jemaja bersama tim Satpol PP. f-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris SH turun ke lokasi Tempat Hiburan Malam (THM), bersama satuan Polisi Pamong Praja(Satpol-PP) Anambas untuk melakukan pendataan sekaligus memberikan penyuluhan kepada para pengusaha THM di Jemaja.

ANAMBAS – Kepala Satpol PP Zairin mengatakan, sebagai penegak peraturan daerah tentu para pengusaha wajib mematuhi aturan yang ada.

Namun, sebelum tindakan tegas dilaksanakan maka pihaknya terlebih dahulu memberikan penyuluhan agar pengusaha THM memahami peraturan yang berlaku.

”Kita lakukan penyuluhan dulu, agar para pelaku usaha mematuhi aturan yang ada. Pada prinsipnya, kita mendukung setiap usaha yang dibuat masyarakat. Namun, ada aturan dan rambu-rambunya,” kata Zairin, Selasa(18/12).

Zairin juga menambahkan, sebagai daerah berkembang tentunya banyak pelaku usaha yang ingin berpartisipasi dalam pembangunan Anambas.

Namun, usaha tersebut wajib memiliki ijin dan tidak melanggar aturan yang berlaku seperti adanya penyediaan wanita penghibur di tempat usaha hiburan.

”Sekali lagi saya sampaikan, pemerintah mendukung para pelaku usaha. Tapi kalau pelaku usaha menyediakan wanita penghibur tentu tidak diperbolehkan, sesuai dengan aturan yang ada. Silahkan buka usaha tapi tidak menyediakan wanita penghibur,” terangnya.

Sesuai dengan arahan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, kata Zairin, pihaknya akan melakukan pendataan dan memberikan peringatan kepada pelaku usaha yang melanggar ketentuan.

Namun, pihaknya akan melakukan tindakan tegas apabila para pelaku usaha tersebut masih melanggar aturan yang berlaku.

”Nanti akan kita tindak tegas. Kalau sekarang masih persuasif, tapi kalau tetap membandel maka kita akan koordinasikan dengan Dinas Sosial dan penertiban akan dilakukan,” ujarnya.

Zairin juga menambahkan, pihaknya sudah melakukan pendataan di Jemaja dan saat itu ada tiga cafe yang dikunjungi dan diberikan pemahaman.

Saat itu tim langsung dipimpin oleh Bupati Anambas dan diberikan pencerahan kepada pelaku usaha.

”Pekan lalu kita kunjungi yang di Jemaja. Ada tiga cafe, sekitar 9 wanita yang diduga sebagai penghibur. Kita minta mereka memulangkan sendiri namun jika tidak Satpol PP dan Dinsos nanti akan memulangkannya,” ujarnya. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here