Bupati Bertekad Realisasikan Industri Gula

0
302
BUPATI Lingga H Alias Wello (kanan) saat menemui Menperin untuk meminta dukungan pembangunan industri gula berbahan baku tumbuhan bit. F-ISTIMEWA

Menteri Perindustrian (Menperin) RI Airlangga Hartarto, tidak memberikan dukungan terkait rencana membangun industri gula pasir dan gula merah yang berbahan baku umbi tanaman bit.

LINGGA – Namun Bupati Lingga H Alias Wello bertekad akan mengembangkan industri ini di Kabupaten Lingga. Ia berharap, suatu saat industri ini akan mendapat dukungan dan mampu memberi kontribusi terhadap kebutuhan gula nasional. Sebab, saat ini Indonesia masih mengalami defisit gula sekitar 3 juta ton per tahun.

”Pak menteri masih ragu-ragu, karena belum ada bukti tanaman bit ini bisa hidup di Indonesia dan dapat dibudidaya secara massal. Padahal, sejumlah ujicoba sudah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman bit ini bisa hidup di daerah tropis, dan bisa panen hingga dua kali dalam setahun,” kata H Alias Wello, yang akrab disapa Awe, Sabtu (17/3).

Awe mengungkapkan, ia bersama tim sengaja menemui Menperin Airlangga Hartarto untuk meminta dukungan atas rencana untuk membangun industri gula berbahan baku umbi tanaman bit, Jumat (16/3).

”Saya dan tim sudah menemui Pak Menperin. Saya melaporkan dan minta dukungan, atas rencana Pemerintah Kabupaten Lingga membangun industri gula dari umbi tanaman bit,” katanya.

Awe mengaku tak sendirian untuk mewujudkan cita-cita besarnya itu. Namun, ia didampingi salah seorang putra terbaik Indonesia yang sudah berpengalaman selama 40 tahun menangani industri gula bit di negara Jerman.

Hanya bermodalkan sekitar Rp 35 miliar, kata Awe, industri gula bit yang akan dibangunnya di Lingga itu mampu memproduksi gula pasir sekitar 12 ton dan gula merah sekitar 9 ton per hari. Sementara lahan yang dibutuhkan hanya sekitar 150 hektare.

”Ini sebuah terobosan yang mampu menjawab tantangan masa depan, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada gula impor. Apalagi, lahan yang dibutuhkan tak perlu terlalu luas dan hasilnya bisa sampai 100 ton umbi bit per hektare,” imbuhnya.(TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here