Bupati Carikan Garam Buat Nelayan

0
899
BUPATI BERDISKUSI: Bupati Bintan H Apri Sujadi berdiskusi dengan anggota DPRD Bintan tentang kehidupan masyarakat petani dan perikanan, di sela meninjau lahan di Teluk Bintan, belum lama ini.F-ISTIMEWA/kominfo bintan

Keluhan Impor Garam dan Ekspor Ikan

BINTAN – BUPATI Bintan H Apri Sujadi segera mencari solusi, untuk penyediaan garam bagi nelayan, serta mempermudah ekspor ikan hasil tangkapan nelayan. Menurut bupati, keluhan nelayan ini terjadi imbas dari kebijakan pembatasan impor, yang notabene kewenangan pusat. ”Kami dari pemerintah, tentunya memikirkan apa yang dikeluhkan nelayan Bintan ini. Saya akan segera cari solusinya,” kata H Apri Sujadi, Selasa (12/9) kemarin.

H Apri Sujadi menjelaskan, nelayan Bintan memerlukan garam dalam jumlah yang banyak. Baik untuk merebus bilis sebelum dikeringkan, maupun untuk pembuatan es sebagai pengawet ikan hasil tangkapan. Sejak diberlakukan larangan impor, pasokan garam saat ini diatur oleh pemerintah pusat. Garam yang dipasok itu berasal dari Jawa. Tapi, keperluan garam di Jawa saja cukup besar.

Baca Juga :  TdB 2020, Pemkab Mewaspadai Virus Korona

Sehingga, keperluan untuk nelayan di Bintan kurang. Sementara, garam impor tidak ada lagi. ”Sesuai keterangan Disperindag Kepri, kuota garam dari pusat untuk Bintan itu, memang 220-an ton. Tapi, apakah itu sampai kepada kita. Ini yang perlu dicek kembali. Harga pun sudah naik hampir 200 persen, sudah mencapai Rp 380 ribu per 50 kilogram. Sebelumnya, cuma Rp 116 ribu per 40 kilogram,” sebut Apri. ”Saya minta Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindag Bintan mengecek ini lagi,” sambungnya.

Baca Juga :  Dalmasri: Persiapan MTQ Bintan Sudah Beres

Selain garam, H Apri Sujadi mengatakan, ekspor ikan tertentu hasil tangkapan nelayan Bintan, sedang terkendala. Selain prosedur ekspor itu panjang, intensitas angkutan kapal pengangkut ikan berkualitas ekspor hasil tangkapan nelayan juga sudah berkurang. Biasanya 3 kali seminggu, saat ini cuma sekali seminggu.

Kondisi yang dikeluhkan nelayan ini, lanjut H Apri Sujadi, memang betul terjadi. Pemkab Bintan tentunya mencari akar permasalahan. ”Secepatnya, saya minta kepada Dinas Perikanan mengecek masalah ekspor ikan. Sehingga ada alternatif solusi yang harus dilakukan,” ujar Apri Sujadi.

Baca Juga :  Dalmasri Dorong Wanita Menguasai Manajemen Organisasi

”Apakah kita akan panggil pengusaha dan nelayan, atau duduk bersama Bea Cukai, Pelindo, TNI AL atau KP3? Itu teknis ke depan. Tapi yang jelas, diperketat impor ini merupakan kewenangan pusat, yang merupakan kewenangan dari lintas sektoral,” ungkapnya.

”Untuk mencari solusi pun, tentunya kita harus duduk dan bicarakan bersama Gubernur Kepri. Untuk sementara, nelayan bersabar dulu. Sedih kita, banyak ikan nelayan busuk saat diekspor. Terus harganya turun, cuma 4 dolar,” sambung H Apri Sujadi. (YUSFREYENDI) 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here