Bupati: Jangan Jual di Atas HET

0
262
BUPATI Bintan H Apri Sujadi berdialog dengan pedagang, saat meninjau harga bahan pokok di pasar kecamatan, belum lama ini. f-istimewa

Lebaran Belum Tiba, Harga Bahan Pokok Mulai Naik

BINTAN – BUPATI Bintan H Apri Sujadi langsung mengingatkan kembali untuk para pedagang, agar tidak menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Peringatan ini disampaikan bupati, karena beberapa harga komoditi bahan pokok sudah mulai naik, Jumat (25/5) kemarin.

”Saya dapat kabar seperti itu, harga mulai naik. Saya ingatkan, jangan jual bahan pokok di atas harga eceran tertinggi,” tegas H Apri Sujadi, saat menghubungi media, setelah mendapat kabar kenaikan harga, kemarin.

Sebelumnya, bupati meminta agar dinas terkait terus melakukan pengawasan harga bahan pokok di pasar. Termasuk ketersediaan barang menjelang lebaran Idul Fitri ini, jangan sampai kosong. Karena, permintaan barang selalu relatif tinggi menjelang lebaran.

”Stok cukup, harga jual tidak boleh melebihi HET. Pedagang dilarang monopoli dan mengambil keuntungan yang tidak wajar, sesuai pasal 29 ayat 1 dari UU nomor 7/2014 tentang perdagangan,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan Khairul mengatakan, beberapa komoditas harga pangan kebutuhan pokok mulai naik, berkisar Rp 4 ribu sampai dengan Rp 5 ribu per kilogram dan per item. Seperti cabai merah keriting saat ini seharga Rp 40 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 35 ribu. Daging sapi segar sudah dijual Rp 145 ribu per kilogram, normalnya Rp 140 ribu per kilogram.

”Ada kenaikan bahan pokok. Ini dari pihak distributornya. Biasanya persoalan kenaikan ongkos angkut transportasi. Dan itu terhitung masih rasional, kalau di saat bulan puasa. Karena permintaan juga tinggi dari masyarakat,” terang Khairul, Jumat (25/5) kemarin.

Harga tertinggi daging sapi segar sempay mencapai Rp 155 ribu per kilogramnya, lebaran Idul Fitri tahun 2017 lalu. Selain daging sapi segar, cabai dan bahan pangan seperti daging ayam juga naik. Saat ini, daging ayam broiler, ada yang menjual Rp 38 ribu per kilogram, hari biasanya Rp 35 ribu. ”Tapi, beberapa bahan pokok lainnya masih normal,” demikian Khairul. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here