Bupati Pindahkan TK Antam ke Tempat Layak

0
526
TERIMA ASPIRASI: Bupati Bintan H Apri Sujadi menerima aspirasi guru TK Antam, Kijang. f-istimewa/kominfo bintan

KIJANG – Bupati Bintan H Apri Sujadi sudah menemui majelis guru dan komite (orang tua) TK Antam, Sabtu (28/7) lalu. Dari hasil pertemuan itu, Bupati Bintan H Apri Sujadi ingin memindahkan TK Antam dan bangunan gereja di kawasan tersebut, ke tempat yang layak. Dalam pertemuan tersebut diketahui ada terjadi mis-komunikasi antara pihak kontraktor dengan manajemen TK Antam. Pemkab Bintan telah menyikapi bahwa hal tersebut tidak seharusnya terjadi. Saat ini, kontraktor diminta menghentikan aktivitas seperti penebangan pohon maupun membongkar bangunan, sampai TK Antam dipindahkan (relokasi) ke tempat yang lebih refresentatif.

Ani selaku Kepala Sekolah TK Antam dalam kesempatan tersebut menyampaikan aspirasi kepada bupati. Tapi, pada prinsipnya pihak pengelola TK Anatm mendukung niat baik Pemkab Bintan itu. Dirinya juga menyatakan, simpangsiur informasi yang terdengar akhir-akhir ini, hanya mis-komunikasi antara beberapa pihak. ”Kami cuma mengharapkan agar anak-anak kami bisa belajar dengan kondisi yang tidak berubah. Supaya mereka tidak merasa asing untuk belajar. Kami dengan seluruh guru beserta wali murid telah mengadakan pertemuan dan sepakat dengan tujuan pemindahan ini,” ujarnya.

”Sebab, kami memang telah lama ingin mendapatkan gedung baru dan lebih menunjang dalam segala sarana untuk mendidik anak,” tutup Ani saat berdialog dengan Bupati Bintan.
Bupati Bintan H Apri Sujadi membenarkan, sudah mengadakan pertemuan dengan majelis guru dan komite TK Antam. Bupati menjelaskan, TK Antam sudah 50 tahun berdiri. Dirinya maupun kepala TK sekarang adalah alumni TK Antam. Selama ini TK Antam tidak pernah ada pembaharuan dan pembangunan fisik maupun non fisik. Makanya, Pemkab Bintan mengambil inisiatif untuk merelokasi dan merencanakan pembangunan tempat yang baru.

”Tahun 2018, akan dibangun dengan dana sebesar Rp 2 miliar. Untuk sementara ini, dipindahkan ke tempat yang layak. Kita sudah buat MoU atau nota kesepahaman dengan pihak sekolah. Sama-sama setuju,” jelas Apri. Selanjutnya, kontraktor diminta tidak melaksanakan aktivitas atau pekerjaan apa pun di lokasi TK Antam, sebelum dipindahkan. ”Ini terjadi, karena ada mis-komunikasi saja,” jelas bupati, usai melepas keberangkatan jemaah calon haji (JCH) di Pelabuhan Sribayintan Kijang. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here