Bupati Promosikan Warisan Dunia

0
150
BUPATI Bintan H Apri Sujadi dan Sekda Adi Prihantara menggunakan topeng makyong, saat berjoget Melayu. Diikuti Ketua PKK Bintan Hj Deby Maryanti Apri dan sejumlah pimpinan OPD, di Dabo, Lingga, Selasa (8/5) kemarin. f-istimewa

Makyong Jadi Idola di Pawai Taaruf MTQ Provinsi

LINGGA – Kafilah Kabupaten Bintan menjadi idola ribuan penonton, pada saat menampilkan joget opera makyong, dalam pawai taaruf pembukaan MTQ ke-VII Provinsi Kepri, di Dabo, Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (8/5) pagi kemarin. Opera makyong yang sudah ditetapkan sebagai budaya warisan dunia asal Bintan ini, langsung diperankan oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Sekda Bintan Adi Prihantara.

”Bupati Bintan H Apri Sujadi mempromosikan warisan budaya dunia, yaitu budaya opera makyong dan musik berdah dalam pawai taaruf tadi (kemarin, red),” kata Aupa Saumake, Kabag Kominfo Setdakab Bintan.

Selain joget opera makyong, kafilah Kabupaten Bintan juga menampilkan tarian Melayu. Tarian ini turut dilakukan oleh Ketua PKK Bintan Hj Deby Maryanti Apri, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bintan. Dalam pawai ini, Pemkab Bintan juga membawa kendaraan hias dengan memamerkan Alquran raksasa, serta joget dua replika manusia busana Melayu.

Usai pawai taaruf, Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, di era sekarang, banyak generasi muda yang tidak mengetahui tentang warisan budaya, sejarah, dan seni Melayu. Padahal, banyak sekali warisan Melayu yang perlu dilestarikan. Baik musik, seni, maupun teater.

”Ya, seperti musik berdah dan teater (opera) makyong. Apalagi makyong, ini adalah warisan budaya Melayu yang sudah diakui dunia. Makyong ini berasal dari Bintan, dan Provinsi Kepri pada umumnya. Makyong ini, terus kita promosikan dan dilestarikan,” jelas H Apri Sujadi.

H Apri Sujadi berharap, dari penampilan OPD Bintan dalam kepiawaian memerankan makyong dan menari khas Melayu di pawai taaruf ini, bisa menjadi catatan tersendiri bagi semua pihak di Provinsi Kepri. ”Mari kita lestarikan budaya Melayu,” harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira mengatakan, Kabupaten Bintan kaya dengan peninggalan warisan sejarah, budaya serta kesenian seperti tarian berdah. Tari berdah ini adalah kesenian musik tradisional yang sangat bernuansa Islami. Sebab syair yang dilantunkan berisikan riwayat Nabi Muhammad SAW, dan puja puji zikirullah.

”Di pawai taaruf ini, kita mengangkat kesenian berdah, yaitu instrumen musik Melayu, yang sudah mulai terlupakan. Tapi, di momen MTQ ke-VII Provinsi Kepri ini, kita bangkitkan kembali,” jelas Luki Zaiman Prawira. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here