Buruh Becak dan Penambang Diberikan Paham Radikalisme

0
577
MEMBERIKAN PEMAHAMAN: Pihak kepolisian memberikan pemahaman kepada buruh becak dan penambang di kawasan Kota Lama. f-RAYMON/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban serta terwujudnya situasi yang aman dan kondusif, Satuan Pembinaan Masyarakat menggelar Operasi Bina Waspada Seligi 2017. Buruh becak dan para penambang di Pelantar I diberikan pemahaman radikalisme.

Pantauan dilapangan, Jumat (8/9) para tukang becak dan penambang antusias mendengarkan pemahaman radikalisme dan anti Pancasila. Operasi dilakukan selama 30 hari ini, dilaksanakan dari tanggal 15 Agustus sampai dengan 13 September 2017 mendatang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro melalui Kasat Binmas Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie mengatakan, operasi ini bertujuan untuk mengantisipasi masuknya paham Radikalisme, terorisme dan anti Pancasila yang sangat mengkhawatirkan akan persatuan dan kesatuan NKRI. ”Dalam kegiatan ini kita langsung berkomunikasi kepada masyarakat dengan memberikan pencerahan akan bahaya serta dampak paham Radikalisme maupun Anti Pancasila,” tuturnya.

Efendi menyebutkan, seperti yang sudah diketahui, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke, dengan bermacam agama, suku, bahasa yang ada. ”Operasi ini memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mengerti terkait perbedaan yang ada bukan ancaman melainkan harus saling menghargai agar tidak ada gesekan antarsesama,” sebutnya.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar setiap lapisan mengerti bahaya serta dampak yang diakibat kan dari paham radikalisme, terorisme maupun anti Pancasila. Ini terlihat sederhana namun akan sangat membantu. “Menyambangi mereka untuk lebih memahami sambal dan akibat dari paham radikalisme,” ungkapnya.

Walaupun kegiatan Operasi Bina Waspada Seligi 2017 ini hanya dilaksanakan selama 30 hari, pihaknya akan terus melanjutkan dengan kegiatan rutin Sat Binmas memberikan peringatan serta himbauan kepada masyarakat. ”Pemberian pemahaman tentang bahayanya paham radikalisme, terorisme dan sikap anti pancasila,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here