Bus Bantuan Kemenhub Mesti Cepat Beroperasi!

0
494

TANJUNGPINANG – Lima unit bus bantuan dari Kementerian Perhubungan belum juga dioperasikan. Kini bus itu mangkrak di gudang Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang yang ada di Kijang Lama. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Ashadi Selayar minta kepada Dishub Kota agar lima bus itu sudah beroperasi pada November 2017. ”Tujuannya agar masyarakat Tanjungpinang punya tranportasi alternatif di Tanjungpinang,” kata Ashadi saat menghubungi Tanjungpinang Pos.

Menurut Ashadi, berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan tepatnya di pasal 139 ayat 1, pemerintah wajib menjamin tersedianya angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan barang antarkota antarprovinsi serta lintas batas negara.

Baca Juga :  Yuk, Meriahkan FBK!

Selain itu di pasal 2-nya, pemerintah daerah provinsi wajib menjamin tersedianya angkutan umum untuk jasa angkutan orang barang antarkota dalam provinsi. Pasal 3, pemerintah daerah kabupaten/kota wajib menjamin tersedianya angkutan umum untuk jasa angkutan orang atau barang dalam wilayah kabupaten atau kota. ”Oleh sebab itu, saya minta lima bus harus dioperasikan bulan depan,” kata Ashadi kepada Tanjungpinang Pos.

Tujuan dioperasikan bus bantuan dari Kementerian Perhubungan, kata dia, untuk menekan angka kecelakaan anak sekolah di jalan raya. Karena selama ini, masih banyak anak sekolah di Tanjungpinang yang mengendarai sepeda motor dari rumah menuju ke sekolahnya.

Baca Juga :  Investasi di Pegadaian Cukup Rp 7 ribu

Untuk tahap sosalisasi, kata dia, masyarakat yang menggunakan transportasi bus tidak dikenakan tarif alias gratis. ”Pemerintah mesti menanggung semua biaya operasional bus tersebut. Mulai dari bahan bakar minyak hingga supir bus tersebut agar bisa gratis ongkosnya. Bisa saja biaya operasional selama 2017 ditanggung oleh pemerintah,” sebutnya.

Menurutnya, DPRD Kota sudah menganggarkan Biaya operasional bus itu DI APBDP 2017. ”Setiap bulan kita anggarkan untuk biaya operasional sebesar Rp 60 juta,” terang dia.

Setelah beroprasi, ia berpesan, bus tersebut harus masuk ke dalam Kota Lama Tanjungpinang. Tujuannya, agar masyarakat hingga pengunjung tau, kalau di Tanjungpinang sudah memiliki kendaraan transportasi umum baru, yaitu bus.

Baca Juga :  Disdik Tak Liburkan SLTA Sederajat Natuna

Menurutnya, saat pertemuan dengan Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang ia sudah menyarankan untuk membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Supaya lima bus tersebut segera di kelola melalui UPTD.

”UPTD ini, bisa kerjasama dengan Perusahaan Otobus (PO) yang masih aktif di Kota Tanjungpinang. Jangan kerjasama dengan PO yang tak lagi mengelola angkutan umum di Tanjungpinang,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here