Bus Beroperasi Tanpa Halte Memadai

0
926
BEROPERASI: Lis Darmansyah jadi sopir BRT dari terminal Sungai Carang ke simpang Dompak, Rabu (6/12). F-ist/humas Pemko Tanjungpinang

Bus Rapid Transit (BRT) resmi beroperasi di Tanjungpinang, Rabu (6/12). Bus full AC ini mampu membawa 40 penumpang.

TANJUNGPINANG – Rutenya, dari terminal Sungai Carang Bintancentre ke Senggarang. Rute kedua dari terminal Sungai Carang Bintancentre ke Dompak, masing-masing rute dilayani dua bus.

Bus mulai berangkat pukul 06.15 WIB dari terminal. Ongkosnya, untuk pelajar hanya Rp 2 ribu dan penumpang umum Rp 4 ribu. Sayang, empat bus beroperasi belum di lengkapi halte memadai menuju Senggarang maupun Dompak. Untuk menaikan dan menurunkan penumpang belum bisa di halte. Menurut Kadishub Tanjungpinang, Bambang belum dibuatnya halte karena berbentur anggaran. Bahkan di tahun 2018 belum tentu halte untuk bus dibangun.

Ujicoba bus langsung dilakukan Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah, usai melaunching di terminal Sungai Carang, Rabu (6/12). Lis sempat menjadi sopir BRT. Wako Tanjungpinang ini membawa beberapa penumpang yakni Kepala OPD, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Bambang Hartanto, Satlantas Polres Tanjungpinang, pegawai Dishub dan awak media keliling Tanjungpinang, dari Terminal Sungai Carang menuju ke simpang Dompak, dan kembali Terminal Sungai Carang.

Lis mengatakan, beroperasinya BRT atas kerja sama Pemko Tanjungpinang melalui Dishub dengan Organda. Sehingga tidak ada terjadi tumpang tindih atau mengambil trayek transportasi angkutan kota (angkot) yang sudah ada di Tanjungpinang. Karena rute BRT ini merupakan rute yang tidak dijangkau oleh sopir angkot.

”Makanya, saya melarang untuk masuk rute kota. Kalau rute kota itu urusan sopir angkot, bukan BRT ini,” kata Lis.

Kalau bicara dunia usaha, lanjut Lis, transportasi BRT ini tidak ada untung, malah terjadi rugi. Jarak tempuh BRT 20 Km, penumpang hanya dikenakan tarif Rp 4 ribu untuk masyarakat umum, dan Rp 2 ribu untuk pelajar hingga mahasiswa.

Intinya, BRT ini murni untuk membantu masyarakat terbiasa menggunakan transportasi publik. Tidak ada lagi kata-kata, susah dan sulit untuk mendapatkan transportasi di Tanjungpinang.

”Mulai beroperasi pukul 06.15 WIB sudah berangkat dari Terminal Sungai Carang. Ada atau tidak ada penumpang, sopir BRT langsung jalan sesuai rutenya. Ini harus tepat waktu,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto mengatakan, BRT menampung 40 penumpang. BRT menyediakan 20 tempat duduk penumpang, dan 20 lagi handle tangan penumpang.

Dalam satu hari lima kali pergi pulang (PP) sesuai dengan rutenya masing-masing untuk satu sopir BRT. Untuk saat ini, jadwal keberangkatan dari terminal Sungai Carang sekitar pukul 06.15 sesuai perintah Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah. Supaya BRT ini bisa melayani pelajar untuk menuju ke sekolahnya.

Kemudian, bisa jadi ASN Pemko Tanjungpinang ingin berangkat ke kantor Pemko Tanjungpinang di Senggarang atau pegawai Pemprov Kepri di Dompak. Yang melayani pelajar dan masyarakat hanya empat BRT saja. Satu BRT lagi untuk cadangan. Apabila ada kerusakan, BRT yang standby di terminal Sungai Carang bisa langsung digunakan.

”Tarif BRT membantu masyarakat dan pelajar karena murah,” ucap Bambang.

Nanti, ada tujuh orang Dishub yang ditugaskan untuk mengawasi beroperasinya BRT tersebut. Selain mengawasi, mereka ditugaskan untuk memungut pendapatan tarif BRT setiap hari. Karena pendapatan tarif BRT langsung disetor ke kas daerah. ”Pendapatan BRT tergantung karcis yang sudah disobek oleh kernet bus. Karena penumpang harus membeli karcis di saat masuk ke dalam BRT,” sebut dia. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here