Bus Dikurangi, Mahasiswa Kalangkabut

0
635
Pulang kuliah: Mahasiswa UMRAH turun dari bus di Pamedan saat pulang kuliah beberapaw aktu lalu. f-Chyntia/tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Sejumlah mahasiswa UMRAH yang biasa naik bus gratis untuk pulang dan pergi ke kampus kini jadi kalang kabut. Pasalnya, pengelola bus mengurangi jam keberangkatan bus. Akibatnya, mahasiswa dan mahasiswi UMRAH yang tak bisa naik bus terpaksa harus menyewa angkot beramai-ramai.

Menurut Yuri, salah satu mahasiswa UMRAH, bus UMRAH itu ada 14 unit dan merupakan bantuan pemerintah pusat. 9 unit di antaranya digunakan untuk mengantar dan menjemput mahasiswa yang kuliah ke kampus UMRAH yang ada di Senggarang. Sementara dua uit bus lagi untuk mengantar jemput mahasiswa ke Kampus UMRAH yang ada di Dompak. ”Tiga unit lagi digunakan untuk VVIP,” ucap Yuri.

Baca Juga :  Ganti Pipa di Tengah Jalan Butuh Rp58 M

11 Bus yang digunakan untuk angkutan mahasiswa itu, sambung Yuri, stanby di terminal Bintancenter dan di Pamedan. ”Selama lebih dari setahun, mahasiswa tidak dipungut biaya untuk naik bus tersebut. Belakangan jam keberangkatannya dikurangi,” sebut Yuri.

Akibatnya, mahasiswa harus menggunakan angkot menuju kampus. ”Kalau dari naik angkot dari Pamedan ke Senggarang ongkosnya Rp7 ribu per orang. Sementara kalau tarif Bitancenter-Senggarang Rp6 ribu dan untuk tarif Pamedan-Dompak Rp 5 ribu per orang,” jelasnya.

Dulunya, sambung Yuri keberangkatan bus itu setiap pukul 07.20, 09.20 dan pukul 12.20. ”Namun sekarang jadwalnya hanya dua kali yaitu pukul 07.20 dan 12.20 saja,” sebutnya.

Baca Juga :  Kawasan Pantai Jadi Kolam dan Sarana Olahraga

Karena jam keberangkatan bus banyak yang tdiak sesuai dengan jam kuliah, membuat mahasiswa komplain. ”Saya masuk kampus jam 10.00 WIB, tetapi bus cuma ada pukul 07.20 WIB. terlalu lama saya nunggu jam kuliah di kampus,” sebutnya.

Selain itu, sambungnya, naik buspun kini harus berdesak-desakan dan tidak jarang banyak mahasiswa yang ketinggalan. Sementara, Koordinator Lapangan (Korlap) pengelolaan Bus UMRAH, Ahadi menyebutkan, penyebab berubahnya jadwal keberangkatan bus karena sebagian kondisi bus sudah tua.

”Dengan kurangnya jadwal keberangkatan, bisa menghemat tenaga bus dan menghemat BBM juga. Ini untuk kebaikan mahasiswa. Daripada dipaksakan, nantinya mahasiswa tidak bisa menggunakan bus sama sekali. Akan lebih baik dikurangi jadwalnya,” kata Ahadi.

Baca Juga :  DP Bisa Dicicil 10 Kali

Menurut Ahadi, keberangkatan satu unit bus biasanya 4 kali pulang pergi dalam sehari, namun sekarang sduah dikurangi menjadi 4 kali.

”Untuk mengatasi masalah ini, kita sudah bekerjasama dengan jasa angkutan umum di Tanjungpinang. Kerja samanya hanya untuk memfasilitasi mahasiswa yang tidak punya kendaraan tetapi tidak mendapat tranpostasi,” kata Ahadi.(Chyntia/Fitriyani)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here