Bus Pariwisata Bukan Penyebab BBM Langka

0
155
Sapril Sembiring

TANJUNGPINANG – Ketua Association of The Indonesia Tour and Travel Agencies atau sering disebut Asosiasi Perusahan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Tanjungpinang, Sapril Sembiring membantah kalau bus pariwisata yang mengantar turis dari Tanjungpinang ke Bintan dan sebaliknya dari Bintan ke Tanjungpinang dituding penyebab Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar langka di Tanjungpinang.

Apalagi disebut, penyebab terjadinya antrean panjang kendaraan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berada di Kota Tanjungpinang.

”Kami prihatin dan menyayangkan sekali ada pernyataan seperti itu (solar langka karena ada penambahan bus pariwisata, red),” kata Sapril Sembiring, Ketua ASITA Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (18/9).

Kata dia, berdasarkan data yang dimiliki ASITA Kota Tanjungpinang sebanyak 172 bus pariwisata. Dari jumlah tersebut, ASITA Kota Tanjungpinang asumsikan hanya sekitar 9.000 liter minyak solar per hari untuk kebutuhan operasional semua bus pariwisata.

Dari 9.000 liter minyak solar, hanya 900 liter minyak solar per hari per SPBU di Kota Tanjungpinang. Karena diperkirakan, Tanjungpinang memiliki 10 SPBU.

”Karena jatahnya isi minyak solar hanya 60 liter per bus,” ucap dia.

Kata dia, dari akumulasi tersebut, tidak mungkin bus pariwisata yang menyebabkan kelangkaan minyak solar di SPBU Kota Tanjungpinang.

Pasalnya, tidak akan mungkin semua bus pariwisata mengisi bahan bakar minyak solar di SPBU Kota Tanjungpinang saja.

Pastinya, para pengemudi bus pariwisata mengisi bahan bakar minyak solar berada di Bintan. Karena rute perjalanan bus pariwisata dari Bintan ke Tanjungpinang. Atau sebaliknya, dari Tanjungpinang menuju ke Bintan.

Malah ASITA Tanjungpinang, lanjut dia, ingin mencari solusi terhadap adanya antrean panjang kendaraan di setiap SPBU Kota Tanjungpinang. Antrean panjang yang selalu terjadi berada di jalur pengisian bahan bakar minyak solar.

”Kita sudah pernah duduk bersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang membahas terkait tersebut,” ucap dia.

Sambung dia, pihaknya ingin bus pariwisata diprioritaskan di saat pengisian bahan bakar minyak solar di SPBU. Apakah waktu pengisian bahan bakar minyak solar bus pariwisata dijadwalkan oleh SPBU atau, bagaimana. Misalnya, bus pariwisata mengisi bahan bakar minyak solar pada pukul 07.00 WIB pagi. Atau, bus pariwisata mengisi bahan bakar minyak solar pada pukul 21.00 WIB malam.

”Terserahlah. Sehingga kita bisa meminit waktu. Kita tidak mau waktu terbuang habis di SPBU. Karena kita antar jemput pariwisata,” terang dia.

Dia minta kepada pihak terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap antrean panjang disaat pengisian bahan bakar minyak solar di semua SPBU Kota Tanjungpinang. Agar peruntuhan bahan bakar minyak solar subsidi tepat sasaran.

”Idealnya, maju pariwisata semakin baik perekonomian kita di daerah,” sebut dia.

Begitu juga diharapkan Surjadi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, para bus pariwisata perlu mendapat prioritas pengisian bahan bakar minyak solar saat berada di SPBU. Agar pelayanan di sektor pariwisata bisa maju dan berkembang.

”Kita berharap seperti itu,” singkat Surjadi. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here