Bus Tujuan Bintan Tak Beroperasi

0
672
Tiga bus Damri masih parkir di Terminal Sei Carang Bintan Centre (Bincen) Tanjungpinang. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Bus Damri rute Tanjungpinang ke Bintan serta sebaliknya, sudah tidak beroperasi lagi. Informasi yang dihimpun Tanjungpinang Pos, sudah terjadi sejak awal 2018 ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto tidak mengetahui alasan pasti, terkait bus Damri tidak beroperasi lagi.

Sebab sistem mengoperasikan transportasi tujuan antar kabupaten-kota melibatkan pihak swasta. Bisa jadi kerja sama antara pihak swasta dengan pemerintah menggunakan sistem kontrak, sudah habis di tahun 2017 lalu.

Jadi, di tahun 2018 ini belum tau seperti apa sistem mengoperasikan transportasi tersebut. Apakah masih pihak swasta yang sama mengoperasikan atau ada pihak lainnya. ”Bisa jadi, untuk mengoperasikan transportasi tersebut sistem lelang,” terangnya.

Jadi siapa yang menang lelang, maka yang mengoperasikan. ”Ini kemungkinan saya ya. Karena ini bukan wewenang kami di Dishub Kota Tanjungpinang. Coba saja tanya ke Dishub Provinsi Kepri,” kata Bambang.

Yang ia tau, tarif yang dikenakan ke masyarakat khususnya penumpang bus Damri mendapat subsidi dari pemerintah pusat. Operasional bus Damri menggunakan anggaran dari APBN. ”Bukan dari pemerintah daerah. Pemerintah pusat yang menganggarkan. Saya tidak tau mekanismenya,” ucap dia.

Hanya saja, kata dia, pihaknya diberikan hak untuk mengawasi jalan atau tidaknya bus Damri. Dari Terminal Sungai Carang menuju ke Bintan. Untuk ke Bintan, bus Damri memiliki dua rute tujuan. Ada rute Tanjungpinang-Berakit, dan Tanjungpinang-Tanjunguban. ”Lebih jelasnya ke Dishub Provinsi Kepri saja ya,” sebut dia.

Terpisah, Kepala Dishub Provinsi Kepri, Jamhur Ismail mengatakan, Dishub Provinsi Kepri tidak diberikan wewenang untuk mengoperasikan bus antar kabupaten-kota, yang sudah pernah berjalan antarlintas Tanjungpinang-Bintan.

”Yang mengelola Balai Pengelola Transportasi Darat wilayah IV. Yang saya tau kantornya ada di Pekanbaru. Di Tanjungpinang, saya tidak tau di mana,” singkat Jamhur Ismail saat dikonfirmasi oleh awak media ini melalui handphone selulernya.

Suhardi, salah satu warga Berakit, Kabupaten Bintan, menyayangkan tidak ada lagi bus rute Tanjungpinang-Bintan khusus ke Berakit.

Padahal, selama ini transportasi darat tersebut sudah sangat membantu masyarakat Berakit, yang ingin berkunjung ke Tanjungpinang.

Begitu juga dengan masyarakat Tanjungpinang yang ingin berkunjung ke rumah sanak saudaranya berada di Berakit. ”Disayangkan sekali ya, tak ada bus tujuan Berakit lagi,” kata Suhardi.

Dia berharap, pemerintah harus adakan lagi bus tujuan Tanjungpinang-Bintan atau sebaliknya, seperti biasanya. Ini menjadi salah satu upaya pemerintah menyediakan transportasi murah bagi masyarakat.

”Harus ada lagi bus itu. Supaya kita masyarakat mudah melakukan bepergian, dari Berakit ke Tanjungpinang, atau sebaliknya,” tegasnya saat berbincang.

Meskipun diakuinya, jumlah penumpangnya tidak selalu banyak. Namun bagi yang membutuhkan sangat membantu.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here