Butuh 18 Personel Setiap UPT

0
523
PERSONEL: Seorang personel Pemadam Kebakaran (Damkar), tengah berupaya memadamkan api saat kebakaran lahan di kawasan Toapaya. f-ADLY BARA HANANI/TANJUNGPINANG POS

Bintan – BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, sampai saat ini masih kekurangan personel pemadam kebakaran (Damkar).

BPBD Pemkab Bintan saat ini memiliki 3 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar, yang terletak di tiga kecamatan yakni Kecamatan Bintan Timur, Kecamatan Toapaya serta Kecamatan Bintan Utara.

Hal tersebut disampaikan kepala BPBPD Pemkab Bintan, Mohammad Panca Azdigoena S Sos Msi.

Menurutnya, untuk mengawaki armada pada masing-masing UPT. Jumlah personel saat ini masih sangat kurang, dan saat ini setiap UPT hanya ada 6 personel. Jumlah tersebut harus menyesuaikan untuk jam piket personel secara bergiliran.

”Mereka tidak mungkin setiap hari harus dinas, dan jam kerja tetap 8 jam. Karena mereka ada 6 personel, maka jaganya bergantian,” ujar Panca, Rabu (1/2).

Untuk menyiasati kekurangan personel, lanjut Panca, tetap memaksimalkan personel yang ada untuk bersiaga dengan dua unit kendaraan Damkar pada disetiap UPT.

Ditambah beberapa tenaga honorer yang membantu personel inti, dalam merawat kendaraan serta mengecek kondisi alat pendukung Damkar. kedepan, kata Panca, pihaknya akan membahas untuk mengajukan penambahan personel.

Panca menambahkan, personel yang ada saat ini usianya diatas 40 tahun. Persoalan lainnya, personel UPT Damkar yang berada di Kecamatan Bintan Timur rata-rata berdomisili di Tanjungpinang.

Sehingga untuk menunjang kesiapan teknis dan kesiapsiagaan UPT Damkar, hanya berharap peran dari tenaga honorer yang ada di UPT.

”Jumlah kebutuhan personel yang memadai, setiap UPT yang memiliki dua unit mobil Damkar hendaknya memiliki 18 personel ditambah 2 personel lagi untuk cadangan. Dengan jumlah itu, maka jam jaga (Shift) di bagi menjadi 3 Shift, dengan bekerja 8 jam untuk per Shift nya. Jadi idelnya kita butuhkan pesonel setiap UPT sebanyak 20 orang,” jelas Panca.

Sedangkan untuk tenaga honorer yang ada, lanjutnya, akan mendapatkan pelatihan dasar teknis Damkar di lingkup UPT.

Selain itu, BPBD juga telah memiliki tenaga relawan untuk pendukung tugas pengawasan di desa-desa. Termasuk dalam mengawasi kawasan yang rawan kecelakaan (Laka) laut seperti korban tenggelam di kawasan pantai.

”Seperti di kawasan pantai Trikora, ada relawan dari masyarakat setempat seperti di Desa Malang Rapat. Setiap akhir pekan di hari Sabtu dan Minggu mereka memantau wisatawan, yang berenang di pantai Trikora. Jika ada indikasi rawan tenggelam, mereka langsung bertindak cepat dengan menyambangi wisatawan agar berenang di alur yang aman,”ungkapnya.(ADLY BARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here