Butuh Balon Raksasa Mengangkat Kapal

0
917
KM Bukit Raya saat melayari Natuna, beberapa waktu lalu.f-suhardi/tanjungpinang pos

KM Bukit Raya 12 Hari Kandas Di Karang Angker Natuna

Sejak kandas di perairan karang Ninih Natuna, Jumat (18/5) lalu, hingga kini proses evakuasi kapal ribuan Gross Tonnage (GT) tersebut belum bisa dilakukan.

NATUNA – INFORMASI di lapangan, pihak PT Pelni sudah mengelas bodi kapal yang bocor akibat menabrak karang angker tersebut. Namun, untuk menggeser kapal, tidak bisa dengan ditarik karena takut makin merusak lambung kapal.

Karena itu, harus didatangkan banyak balon raksasa ke lokasi kejadian. Balon ini akan akan dipompa untuk mengangkat kapal dari lokasi karang, kemudian digeser ke laut lepas untuk selanjutnya ditarik ke Lampung.

Baca Juga :  Serap Ilmu Kemaritiman Singapura!

Sebelumnya pihak Pelni menyatakan, kapal ini akan segera ditarik ke Lampung untuk naik dok (perbaikan) di sana. Rencananya, Kamis (30/5) nanti baru ditarik dari atas karang itu.

Sementara itu, tim investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), melakukan olah Tempat Kejadian Perkara terhadap penyebab kandasnya KM Bukit Raya di Natuna. Investigasi akan dilakukan selama dua minggu.

Ketua Tim Investigasi KNKT, Hendri menyampaikan, pihaknya telah melakukan pengumpulan informasi dan bukti-bukti dokumen perjalanan kapal, guna membantu proses investigasi.

”Kita sudah mengumpulkan informasi dan bukti- bukti dokumen perjalanan kapal, nanti setelah enam bulan kita lihat hasilnya seperti apa,” ujar Hendri di RM Gerai Natuna, kemarin.

Baca Juga :  Sultan Mahmud IV, Anggota Organisasi Rahasia

Terkait kejadian tersebut Hendri belum bersedia menjelaskan secara rinci. Ia bersama tim masih harus mengumpulkan bahan dan informasi untuk di pelajari lebih lanjut.

”Belum ada kesimpulan sementara. Dan kami harus balik ke Jakarta untuk melakukan penelitian lebih lanjut atas investigasi yang sudah dilakukan,” paparnya.

Pada investigasi itu, sambung Hendri, KNKT baru mengambil dokumen berupa foto kapal dan perlengkapan sistem navigasi serta dokumen pendukung lainnya.

Oleh karenanya, ia bersama tim belum berani menyimpulkan apakah kandasnya KM Bukit Raya karena unsur human eror atau bukan. ”Semua bahan bahan pendukung yang telah kita kumpulkan dibawa ke Jakarta untuk dipelajari lebih lanjut. Dan kita belum bisa berspekulasi,” tutupnya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here