Butuh Rp170 Miliar

0
138
Hotasi Manalu

Potong Bukit di Bandara RHF

TANJUNGPINANG – Meskipun bandara internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang sudah membuka penerbangan langsung dari Tanjungpinang ke Tiongkok tapi runway-nya masih perlu diperpanjang.

Pengelola bandara PT Angkasa Pura (AP) II cabang Tanjungpinang mengaku masih mengalami kendala untuk mengembangkan runway. Panjang runway sekarang 2.506 meter dengan lebar sekitar 150 meter. Masih ada sekitar 250 meter bukit harus dipotong. Sekarang take off dan landing hanya bisa menggunakan dari satu arah, bagusnya kan ada dua arah.

Hal ini diungkapkan General Manager (GM) PT. AP II Tanjungpinang, Hotasi Manalu, kemarin.

Ia mengatakan, pihaknya masih memiliki tugas besar untuk mengembangkan bandara kebanggaan masyarakat Kepri khususnya Kota Tanjungpinang tersebut. PT AP II Tanjungpinang masih membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membangun bandara RHF Tanjungpinang.

”Kita sudah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Kepri, bulan kemarin (Januari) untuk memotong bukit dan pemanjangan runway bandara kita,” kata Hotasi.

PT AP II mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk bersinergi membangun bandara RHF Tanjungpinang demi meminimalisir risiko penerbangan. Sambung dia, apabila landasan pacu bisa digunakan dua arah, maka risiko terjadinya gangguan bisa diminimalisir. Menurutnya, kondisi cuaca di pulau Bintan khususnya sering berubah-ubah.

”Kalau sekarang, pesawat harus nunggu dulu sebentar untuk landing, kebetulan angin kencang, dia harus putar-putar dulu, makanya sering orang bilang, kok begini landingnya, sebenarnya itu saja masalahnya,” jelasnya.

Untuk mewujudkan pembangunan runway lagi, pihaknya mengharapkan adanya kerja sama antara PT AP II dengan pemerintah setempat untuk melakukan pemotongan bukti yang berada di sebelah kiri bandara tersebut. Apalagi saat ini penerbangan internasional (Charter Flight) sudah berjalan dari China ke Tanjungpinang. PT AP II telah memprediksi anggaran yang keluar untuk pengembangan bandara tersebut tidak sedikit.

”Kebutuhannya sekitar Rp170 miliar, tapikan kita gak minta langsung jadi gitu, yang penting bertahap saja, dan ini sudah kita surati ke Dishub (Provinsi Kepri), mungkin mereka akan koordinasi dengan Bappeda,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here