BWS Bangun Tujuh Irigasi di Natuna

0
640
PIHAK BWS Sumatera IV saat melaksanakan sosialisasi untuk kembali membangun Program P3TGAI beberapa desa.F-ISTIMEWA

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, kembali dilaksanakan di Natuna dan tahun ini ada sekitar tujuh lokasi yang tersebar di beberapa desa di dua kecamatan.

NATUNA – Program Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera IV tersebut, sepenuhnya dikelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Dalam pelaksanaanya nanti, akan diawasi oleh konsultan pengawas dan petugas pendamping masyarakat. Setelah dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS), antara Pejabat Pembuat Komitmen OP SDA II dan ketua P3A. Maka, selanjutnya kegiatan pembangunan saluran irigasi dapat dikerjakan.

Baca Juga :  Hasil Musrenbang Anggaran 2018 Capai Rp 1,9 Triliun

PPK OP Sumber Daya Air II Tomy menuturkan, tujuh lokasi yang akan dibangun salur cacingan itu berada di Desa Batubi Jaya dan Desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi serta Desa Air Lengit dan Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah.

”Adapun setiap kelompok P3A akan mendapat dana senilai Rp197 juta. Dana tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar Rp175 juta,” kata Tomy dihadapan para ketua P3A di desa Tapau, Kamis (24/5).

Program P3TGAI kata Tomy, untuk mendukung kedaulatan pangan di wilayah kepulauan Natuna dan sasarannya untuk mendukung kegiatan masyarakat khususnya petani. ”Program ini berkelanjutan. Kalau pelaksanaannya bagus dan bermanfaat bagi kelangsungan pertanian, maka tahun depan bisa dilanjutkan kembali. Lokasi yang dibangun juga berbeda,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penerimaan CPNS Tunggu Info Kemenpan-RB

Romlan salah satu Ketua P3A desa Air Lengit yang mendapat kucuran dana mengatakan, dana sebesar Rp197 juta itu akan digunakan untuk pembangunan saluran cacingan atau drainase dari pintu air saluran induk irigasi menuju lahan persawahan atau pertanian yang selama ini sulit dijangkau.

”Makanya pembangunannya juga tidak sembarangan. Nantk kita dikawal oleh konsultan pengawasan, agar saluran yang kita bangun bisa menjangkau lahan pertanian,” tandasnya.

Senada dengan Darman salah satu ketua kelompok P3A, yang sudah dua kali mendapat dana operasional mengatakan, pembangunan saluran cacingan tahun lalu berdampak pada pembukaan lahan pertanian baru.

Baca Juga :  Kini, Puskesmas Megah Hadir di Pesisir

Selama ini, lahan tersebut tidak dikelola secara maksimal lantaran sulit mendapatkan air. ”Tahun ini sedikitnya ada beberapa hektar lahan sawah dan lahan tanaman palawija yang dapat teraliri air dari bendung Tapau. Dengan begitu petani tidak kesulitan air. Semoga saja pada pelaksanaannya nanti tidak ada kendala,” tutupnya. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here