BWSS Sebut Erosi Penyebab Keruh Air PDAM

0
723
TINJAU: Wakil Bupati Lingga, Abu Hasyim saat meninjau proyek bendungan air gemuruh karena warga mengeluhkan air PDAM tetap keruh. BWSS IV merespon cepat untuk melakukan pengecekan ke lapangan. f-tengku/tanjungpinang pos

LINGGA – Balai Wilayah Sungai Sumatera IV mengaku menemukan penyebab keruhnya bendungan baru Air Gemuruh Dabosingkep, Kabupaten Lingga. Mereka menyebut, air keruh itu bukan karena fasilitas yang mereka bangun.

Namun karena ulah aktivitas illegal logging di hulu sungai. Ini yang mengakibat erosi dan longsor di bagian hulu aliran sungai.

Lukman, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku di Balai Wilayah Sungai Sumatera IV mengatakan, longsor tersebut jatuh ke aliran sungai dan mengakibatkan material sedimen terbawa air hingga masuk ke bendungan tersebut.

”Kami sudah cek ke lapangan langsung. Ada reruntuhan pada tebing di hulu aliran sungai ini. Itulah yang memberi kontribusi terbesar terhadap keruhnya air di bendungan,” kata dia, saat memaparkan hasil investigasi BWSS kepada Wakil Bupati Lingga di Daik, Rabu (15/3), malam.

Sebelumnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) wilayah Dabosingkep menghentikan sementara penyaluran air baku ke masyarakat selama 3 hari, karena air di bak penampungan keruh. Penghentian tersebut mendapat keluhan dari banyak konsumen.

Bahkan sejumlah pihak menuding, bendungan baru yang selesai dibangun oleh BWS Sumatera IV pada penghujung tahun 2016 lalu, merupakan proyek gagal dan menjadi penyebab keruhnya air di bak penampungan PDAM.

Tapi pihak BWS Sumatera IV menyampaikan, bahwa sudah ada investigasi oleh tim di sekitar lokasi sungai Air Gemuruh.

Menurut Lukman, bendungan air baku yang dibangun BWS Sumatera IV di aliran sungai Air Gemuruh sudah sangat baik. Bahkan, dilengkapi dengan saluran pembuangan endapan material sedimen pada sisi bawah bendungan.

Ia menuding, adanya erosi dan reruntuhan tebing yang diduga akibat dari penebangan hutan secara liar di hulu sungai Air Gemuruh yang memberi kontribusi cukup besar terhadap kekeruhan air waduk itu.

”Dari lahan yang dibuka itu, memang ada sendimen. Tapi tidak sebesar kontribusi yang dibuat oleh longsor di hulu sungai. Saya juga masih mendengar ada bunyi mesin sinso di bagian hulu bendungan. Kami minta, tolonglah sama-sama kita jaga fasilitas yang jadi kebutuhan orang banyak ini,” ungkapnya. (tir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here