Cabai Mahal Sampai Lebaran Haji

0
153
Masyarakat saat membeli cabai di pasar tradisional Bintancentre baru-baru ini. Harga terus melambung tinggi dan diprediksi bakal naik lagi jelang Lebaran Idul Adha atau Lebaran Haji. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG
Harga cabai merah dan rawit di pasar tradisional Tanjungpinang merangkak naik. Harganya, Rp90-100 ribu per kilo.

TANJUNGPINANG – Naik dari sebulan kemarin hanya kisaran Rp83-85 ribu per kilo. Bahkan sebelumnya sempat dihargai Rp60 ribu per kilo.

Bahkan diprediksi bakal terus naik mendekati Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Kebutuhan cabai saat lebaran haji di prediksi sangat tinggi. Sedangkan stok terbatas, petani lokal belum bisa menutupi permintaan masyarakat. Harga kargo pesawat masih tinggi dan kebanyakan cabai didatangkan dari luar Kepri mengunakan pesawat.

Terkait kenaikan ini, masyarakat mempertanyakan kinerja pemerintah daerah dalam memastikan kestabilan harga pangan termasuk bumbu-bumbu dapur.

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni mengaku banyak menerima aduan terkait kenaikan harga bumbu dapur tersebut.

”Sekarang harga cabai mahal, begitu juga dengan bumbu lainnya. Perlu peran pemerintah menstabilkan dengan menggalakan sektor pertanian,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Reni menuturkan, pemerintah bisa mengembangkan pertanian di tengah masyarakat. Selain para pelaku petani dibina dengan baik, bisa juga masyarakat umum lainnya.

Misalnya, memanfaatkan pekarangan yang ada untuk menanm cabai. Apalagi mudah tumbuh dan diyakini bisa dilakukan seluruh warga.

”Saya rasa bisa, tapi bagaimana pemerintah memiliki program membudayakan menanam berbagai bumbu dapur di pekarangan,” ucapnya.

Bila tidak memiliki lahan tanah, Reni menuturkan bisa menggunakan pot-pot bunga. ”Dinas terkait perlu turut serta melakukan sosialisasi dan mungkin bantuan bibit atau tanah hitam untuk mewujudkan satu rumah satu batang cabai dirumah,” paparnya.

Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang ini menuturkan, harga cabai sekarang terbilang mahal. Membuat para ibu-ibu resah karena peningkatan biaya.

Salah satu warga, Lina mengaku heran dengan kenaikan harga cabai. Menurutnya, pemerintah perlu turut serta membantu.

”Tak turun-turun harganya, mahal betul harga cabai. Terpaksa kita menghemat cabai, belinya eceran yang tentunya lebih mahal,” ucapnya.

Salah satu pedagang di Pasar Baru, Desi menuturkan, harga cabai merah dan rawit merangkak naik. Diprediksi akan terus naik dengan alasan kenaikan dari distributor, termasuk jelang Hari Raya Haji.

”Mungkin akan naik lagi ke depannya, harga dari ditributor demikian,” ucapnya.

Dituturkannya, bila membeli eceran akan lebih mahal. Ia menjual Rp10 ribu per ons. Ia menuturkan kenaikan harga disebabkan biaya transportasi cabai dari Jawa yang naik dari biasanya. Maka, hampir semua jenis cabai mengalami kenaikan harga. (DESI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here