Cabai Merah dan Petai Tembus Rp120 Ribu per Kilo

0
282
Pedagang cabai di Pasar Baru menunggu pembeli. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga cabai merah dan petai mencapai Rp120 ribu per kilo gram.

Harga cabai merah naik hampir dua kali lipat bila dibandingkan sehari sebelumnya, senilai Rp70-75 ribu per kilo.

Pantauan Tanjungpinang Pos, Senin (3/6) di Pasar Tradisional Bintan Center beberapa bumbu dapur dan sayur mayur mengalami kenaikan. Seperti cabai rawit mencapai Rp80 ribu per kilo.

Salah satu pedagang bumbu dan sayur di Pasar Bincen, Purba menuturkan, kenaikan harga disebabkan cabai didatangkan dari Jawa menggunakan pesawat.

“Cabai ini didatangkan dari Jawa naik pesawat, itu salah satu faktor kenaikan harga bumbu dapur,” ujarnya.

Dituturkannya, kenaikan mencapai dua kali lipat dibandingkan dua hari lalu, serta mencapai tiga kali lipat bila dibandingkan sebelum Ramadan lalu.

Harga cabai hijau juga mengalami kenaikan namun tidak signifikan, yaitu Rp58 ribu dari biasanyavhanya Rp30-37 ribu per kilo.

Begitu juga dengan bawang merah Jawa mengalami kenaikan, dari sebelumya hanya Rp36 ribu kini mencapai Rp48 ribu per kilo. Harga bawang merah jenis India masih terjangkau, senilai Rp18 ribu per kilo.

Harga sayur buncis juga mengalami kenaikan, senilai Rp36 ribu per kilo. Biasanya, sayur ini digunakan untuk kuah sayur lontong. Begitu juga dengan sayur kacang panjang senilai Rp24 ribu per kilo.

Harga kentang Padang yang biasa digunakan untuk rendang senilai Rp20 ribu per kilo. Untuk sayur nangka potong lebih murah yaitu Rp12 ribu per kilo.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj Rahma mengaku terkejut atas kenaikan harga tersebut, serta akan meminta pihak pemantau harga turun.

“Semalam saya beli harga cabai sudah beda-beda. Ada pedagang yang sudah jual Rp75 ribu per kilo dan yang lainnya senilai Rp70 ribu. Jika sampai Rp120 ribu per kilo ini mahal dan saya akan minta pegawai Disperindag Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri turun jelang sehari sebelum Lebaran,” paparnya.

Ia menilai kenaikan harga tidak boleh fantastis yang berdampak pada daya beli masyarakat.

“Tidak semua masyarakat mampu membeli, jadi jangan menaikan berkali-kalipat,” tuturnya.

Salah atau warga, Nia menuturkan, kenaikan harga ini sangat fantastis. Ia meminta pemerintah melakukan pengawasan.

“Saya beli seperempat kilo saja, mahal luar biasa,” tuturnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here